BeritaKALTENGNASIONALPalangka RayaPENDIDIKAN

9 IAIN Naik Status Jadi UIN, Ini Daftar Kampus yang Berubah Bentuk! UIN Palangka Raya Salah Satunya

KALTENG.CO-Babak baru dalam dunia pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia resmi dimulai. Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden (Perpres) telah merestui perubahan bentuk 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya bertransformasi dari IAIN (Institut Agama Islam Negeri) menjadi UIN (Universitas Islam Negeri), dengan mayoritas berasal dari Jawa Timur.

Perubahan ini menandai peningkatan status dan cakupan keilmuan yang lebih luas bagi institusi-institusi tersebut. Daftar PTKN yang berubah bentuk meliputi:

https://kalteng.co
  • UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon
  • UIN Syekh Wasil Kediri
  • UIN Sunan Kudus
  • UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
  • UIN Madura
  • UIN Jurai Siwo Lampung
  • UIN Palangka Raya
  • UIN Palopo
  • IAIN Datuk Laksemana Bengkalis (tetap IAIN, namun mungkin ada perubahan internal)
  • IAHN Mpu Kuturan (tetap IAHN, namun mungkin ada perubahan internal)

Mandat Presiden Prabowo: Cetak Generasi Unggul Siap Bersaing

Penyerahan Perpres perubahan bentuk 11 PTKN ini dilakukan oleh Kementerian Sekretaris Negara kepada Kemenag pada Senin (26/5/2025).

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden menitipkan harapan besar agar generasi penerus bangsa yang dicetak oleh lembaga pendidikan tinggi Kemenag ini mampu menggerakkan Indonesia ke depan.

Juri Ardiantoro menjelaskan, setelah bertransformasi menjadi UIN, PTKIN harus mampu bersaing dalam mencetak lulusan yang relevan dengan konsentrasi utama Presiden terkait pangan, energi, hilirisasi, dan teknologi digital. “Mulai dari kurikulum, tata kelolanya, hingga bagaimana PTKIN ini menjadi kampus yang mampu melahirkan alumni yang siap bersaing,” katanya. Transformasi ini bukan hanya soal nama, tetapi juga bagaimana kampus mampu menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi dan siap menghadapi tantangan era digital, di samping keunggulan di bidang keagamaan.

Menag Nasaruddin Umar: UIN Harus Pertahankan Keunggulan Moral

Menyambut baik perubahan ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya bagi civitas akademika PTKIN—mulai dari rektor, dosen, hingga mahasiswa—untuk mempertahankan distingsi sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki keunggulan moral.

“Kita sampaikan kepada para rektor, ini kan statusnya naik [menjadi UIN], maka harus mampu mempertahankan akhlakul karimah,” tutur Nasaruddin. Ia berharap, dengan transformasi menjadi UIN, selain mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara melalui bidang eksakta seperti pertanian, teknik, dan kedokteran, PTKIN juga mampu menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di sekitarnya.

“Maka dari itu mari kita tekun, menekuni bidang-bidang eksakta, karena Bapak Presiden ini sangat konsern dalam hal siapa yang mampu menggerakkan republik ini ke depan,” lanjut Nasaruddin. Namun, ia menambahkan, kekuatan moral tetap menjadi pilar utama. “Tanpa kekuatan moral maka tidak akan berjalan baik. Peran kita di sana, bagaimana UIN memberikan pengaruh agama di dalam dunia pendidikan.”

Transformasi Menuju Universitas Berbasis Islam yang Integral

Perubahan status menjadi UIN membuka peluang bagi perguruan tinggi keagamaan untuk mengembangkan program studi di luar disiplin ilmu keagamaan murni, seperti sains, teknologi, dan ilmu sosial. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat.

Transformasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian, pengabdian masyarakat, dan daya saing global PTKIN. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, UIN-UIN baru ini siap menjadi pusat keunggulan yang tidak hanya mencetak cendekiawan agama, tetapi juga profesional handal yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Apakah transformasi ini akan membawa perubahan signifikan dalam kualitas dan relevansi lulusan PTKIN di masa depan? Kita tunggu gebrakan dari UIN-UIN baru ini! (*/tur)

Related Articles

Back to top button