PEMKO PALANGKA RAYA

Tangis Balita Pecah Malam Hari, Damkar Palangka Raya Selamatkan Jari Balita dari Tutup Botol Parfum

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tangisan dan jeritan seorang balita berusia tiga tahun, Aqilla memecah keheningan yang berada di Jalan Rajawali VII, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (8/8/2025) malam.

Bukan karena terjatuh atau sakit, tetapi karena jari telunjuk kirinya terjepit rapat dalam lubang tutup botol plastik “parfum” yang keras dan sulit dilepaskan.

Peristiwa bermula saat sore hari, Aqilla bermain di rumah tanpa pengawasan penuh karena orang tuanya tengah sibuk dengan pekerjaan rumah.

Tanpa disadari, ia menemukan tutup botol plastik berlobang di tengah dan memasukkannya ke jari telunjuk kirinya. Mainan iseng itu berubah menjadi petaka kecil yang membuatnya kesakitan dan panik.

Laporan darurat baru diterima Team Rescue Diskarmat Palangka Raya sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu, petugas baru saja menyelesaikan evakuasi sarang tawon vespa di Kantin SMAN 5 Jalan Tinggang. Tanpa membuang waktu, regu langsung meluncur menuju lokasi kejadian.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan Diskarmat Palangka Raya, Sucipto menceritakan, setibanya di lokasi, tim langsung bekerja cepat namun tetap berhati-hati.

“Tangisan Aqilla terus terdengar, ketakutannya luar biasa. Kami harus meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).

Proses pelepasan tutup botol memakan waktu 45 menit. Tim bekerja dengan teknik khusus, dibantu sang ibu dan kakak perempuan Aqilla, untuk menghindari luka maupun lecet. 

“Meski awalnya sulit, akhirnya tutup botol yang dipakai seperti cincin itu bisa dilepas dengan aman,” tambah Sucipto.

Namun, trauma sempat terlihat. Saat tim mencoba memotret kembali jarinya sebagai dokumentasi, Aqilla kembali menangis dan menjerit.

Untungnya, sebelum pulang balita itu kembali tersenyum dan bahkan bercanda dengan petugas.

Sucipto mengingatkan, kejadian serupa bukan yang pertama kali ditangani oleh pihaknya bersama dengan rekan-rekan lainnya.

“Dulu pernah ada anak memasang cincin baja klahar sepeda motor di jarinya. Semua ini menjadi pelajaran bagi orang tua untuk selalu waspada,” tegasnya. (oiq)

FOTO IST

Related Articles

Back to top button