Kasus Balita Meninggal Penuh Cacing di Perut, Orang Tua Wajib Tahu Ciri-Ciri Cacingan Akut
KALTENG.CO-Kasus kematian seorang balita yang diduga akibat cacingan akut di Sukabumi baru-baru ini telah menyita perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
Penyakit yang sering dianggap sepele ini ternyata bisa berdampak serius jika tidak segera ditangani. Penting bagi setiap orang tua untuk memahami apa itu cacingan, mengenali gejalanya, dan mengetahui cara pencegahannya.
Apa itu Cacingan?
Cacingan adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh berbagai jenis cacing yang hidup dan berkembang biak di dalam tubuh manusia, terutama di usus. Penyakit ini sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki kebiasaan kurang menjaga kebersihan.
Ada beberapa jenis cacing yang umum menginfeksi anak-anak, antara lain:
- Cacing kremi: Cacing kecil berwarna putih yang hidup di usus besar dan menyebabkan gatal di sekitar anus, terutama di malam hari.
- Cacing gelang: Cacing besar dan panjang yang dapat menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi, menyebabkan kekurangan gizi.
- Cacing tambang: Cacing yang menempel pada dinding usus dan mengonsumsi darah, bisa menyebabkan anemia (kurang darah).
- Cacing pita: Cacing yang bentuknya pipih dan panjang, dapat mencapai ukuran hingga beberapa meter di dalam usus.
Ciri-Ciri Anak Terkena Cacingan
Mengenali ciri-ciri cacingan pada anak adalah langkah pertama untuk penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai:
- Perut buncit: Cacing yang berkembang biak di dalam usus dapat menyebabkan perut anak terlihat membesar atau buncit.
- Berat badan tidak naik atau justru turun: Cacing menyerap nutrisi penting dari makanan yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan anak. Akibatnya, berat badan anak sulit bertambah atau bahkan menurun meskipun pola makannya baik.
- Nafsu makan menurun: Anak yang cacingan bisa mengalami penurunan nafsu makan karena rasa tidak nyaman di perut atau kurangnya nutrisi.
- Gatal pada anus: Terutama pada kasus cacing kremi, anak akan sering menggaruk-garuk area di sekitar anus, yang bisa menyebabkan iritasi atau luka.
- Mudah lelah dan lesu: Penyerapan nutrisi yang buruk dan kemungkinan anemia akibat cacingan dapat membuat anak terlihat pucat, lemas, dan kurang berenergi.
- Batuk kronis: Pada kasus cacing gelang, larva cacing dapat berpindah dari usus ke paru-paru, menyebabkan batuk yang tak kunjung sembuh.
Mencegah Cacingan Sejak Dini
Pencegahan adalah kunci utama untuk melindungi anak dari cacingan. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan di rumah:
- Menjaga kebersihan diri: Ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah bermain di luar. Pastikan kuku anak selalu dipotong pendek dan bersih.
- Menjaga kebersihan lingkungan: Pastikan rumah dan area bermain anak bersih. Tutup makanan dengan rapat agar tidak terkontaminasi.
- Mengolah makanan dengan benar: Masak makanan hingga matang sempurna, terutama daging. Cuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
- Minum obat cacing secara rutin: Berikan obat cacing sesuai anjuran dokter atau petugas kesehatan setempat, biasanya setiap 6 bulan sekali.
Penting untuk diingat, jika Anda mendapati ciri-ciri cacingan pada anak, segera konsultasikan dengan dokter atau kunjungi puskesmas terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah dampak serius pada tumbuh kembang anak. (*/tur)




