Panji Tengkorak: Kebangkitan Komik Legendaris dengan Sentuhan Modern

KALTENG.CO-Industri film animasi lokal kembali menunjukkan taringnya. Setelah sejumlah karya sukses mencuri perhatian, kini giliran Panji Tengkorak yang siap berlayar di bioskop seluruh Indonesia mulai 28 Agustus 2025.
Film animasi 2D yang disutradarai oleh Daryl Wilson ini membawa angin segar bagi penikmat film, terutama dengan adaptasinya dari komik legendaris era 1960-an karya Hans Jaladara.
Tiga Tahun Proses Produksi, Libatkan Ratusan Animator
Dalam acara gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Daryl Wilson mengungkapkan bahwa proses produksi film ini memakan waktu tidak sebentar, yaitu selama tiga tahun. Proyek ambisius ini melibatkan lebih dari 250 talenta animator berbakat dari Indonesia.
“Jadi, film ini sudah digodok sejak tiga tahun lalu dengan melibatkan 250 animator lebih,” kata Daryl.
Tantangan utama yang dihadapi tim produksi adalah bagaimana menyajikan cerita yang segar, ringan, dan kekinian tanpa menghilangkan DNA asli dari komik lawasnya. Tujuannya adalah menjangkau penonton baru yang belum familiar dengan karakter Panji Tengkorak, sambil tetap memuaskan penggemar setianya.
“Kan ada calon penonton yang kenal dan ada juga yang enggak kenal dengan Panji. Jadi, tantangannya gimana kami harus menghadirkan cerita Panji yang fresh dengan DNA dari Pak Hans tetap terjaga,” jelas Daryl.
Pilihan Format Animasi 2D: Bukan Sekadar Tren
Salah satu keputusan menarik yang diambil oleh tim produksi adalah penggunaan gaya animasi 2D yang dipadukan dengan teknik matte painting. Produser film, Frederica dari Falcon Pictures, menjelaskan alasan di balik pilihan ini.
“Karena didasari pemikiran ini seperti animasi Jepang. Kalau dibikin 3D terlalu cute,” ujar Frederica.
Pilihan ini bukan tanpa alasan. Tim ingin mempertahankan nuansa kegelapan dan unsur gore yang kental dalam cerita aslinya. Dengan banyaknya adegan aksi dan berdarah-darah, format 2D dinilai lebih mampu menangkap esensi tersebut tanpa mengubahnya menjadi seperti film komedi aksi 3D.
“Malah jadi kayak Kung Fu Panda nanti. Gore enggak dapat, kami enggak ngerasa kalau 3D bisa divisualkan dapat ke sana. Jadi, ini keputusan yang memang kami ambil bersama tim,” tambahnya.
Panji Tengkorak: Lebih dari Sekadar Film, Wadah Kreativitas Anak Bangsa
Daryl Wilson menegaskan bahwa Panji Tengkorak bukan hanya sekadar film. Proyek ini menjadi wadah bagi para kreator untuk bereksperimen, menuangkan ide-ide gila, dan mengasah kreativitas.
“Banyak elemen yang kami coba. Jadi, bukan sekadar kerja keras, tapi ini tempat kami mengasah kreativitas,” ucap Daryl.
Selain itu, film ini didukung oleh deretan aktor ternama sebagai pengisi suara, seperti Denny Sumargo, Aghniny Haque, Donny Damara, Nurra Datau, Cok Simbara, dan Donny Alamsyah. Kolaborasi antara talenta-talenta di balik layar dan pengisi suara ini diharapkan mampu memberikan pengalaman sinematik yang luar biasa bagi penonton.
Dengan persiapan matang dan visi yang kuat, Panji Tengkorak siap menjadi salah satu film animasi lokal terbaik tahun ini. Jangan lewatkan penayangannya dan dukung terus karya anak bangsa! (*/tur)



