BeritaEKSEKUTIFKabar DaerahPEMKAB KATINGANPENDIDIKAN

Catatan Kunjungan Kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Dr Stella Christie ke Kabupaten Katingan

Oleh:Jeri SP, Kasongan

UPAYA Pemerintah Kabupaten Katingan untuk mendapatkan program sekolah unggulan SMA Garuda yang diprogramkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI bakal menjadi kenyataan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Katingan Saiful dan Wakil Bupati Katingan Firdaus, yang diikuti oleh perangkat daerah sejak awal berkerja keras, untuk memperjuangkan agar Katingan bisa mendapatkan program tersebut.

Menindaklanjuti usulan itulah, kini Wakil Menteri Diktisaintek RI Prof Dr Stella Christie, didampingi staf dari Kantor Komunikasi Presiden RI Albert, dan rombongan, melakukan kunjungan resmi ke Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Setelah sempat tertunda dari jadwal semula, akhirnya, rombongan Wakil Menteri Diktisaintek RI Prof Dr Stella Christie tiba di Kota Kasongan, tepat sekitar pukul 14.35 WIB Jumat (12/9/2025).

Sebelumnya rombongan dijemput langsung dari Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, oleh Wakil Bupati Katingan Firdaus, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan Arianson, dan lainnya. Setiba di Kota Kasongan, langsung menuju Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Katingan.

Kedatangan rombongan disambut oleh Bupati Katingan Saiful, Ketua DPRD Katingan Marwan Susanto, hingga penjabat dari Forkopimda Kabupaten Katingan. Sebelum memasuki lingkungan Rujab pemimpin di Kabupaten Katingan.

Wakil Menteri Diktisaintek RI Prof Dr Stella Christie disambut dengan acara adat potong pantan, dan tampung tawar. Acara adat untuk menyambut tamu kehormatan ini dipimpin langsung oleh pisur. Usai prosesi adat, dilanjutkan menyaksikan penampilan tari tarian daerah dari anak remaja Katingan. Setelah itu rombongan masuk ke dalam Rujab orang nomor satu di bumi Penyang Hinje Simpei.

Sebelum ke lapangan untuk melihat dan meninjau lokasi tanah yang diusulkan, sebagai tempat rencana pembangunan sekolah SMA Garuda. Wakil Menteri Diktisaintek RI Prof Dr Stella Christie menyampaikan, bahwa sekolah unggulan atau SMA Garuda ini adalah visi Presiden RI Prabowo Subianto.

Di mana visi ini muncul berlandaskan empati mendalam terhadap kebutuhan pendidikan berkualitas, dan pemerataan akses di seluruh penjuru negeri.

“Sekolah Garuda lahir dari visi langsung bapak Presiden. Membicarakan empati itu mudah. Yang sulit adalah merealisasikannya dengan langkah nyata. Inilah yang dilakukan bapak Presiden, merealisasikan empatinya,” ujar Prof Stella dihadapan pejabat daerah.

Di sampaikannya, empati Presiden bukan hanya sekadar perasaan, melainkan langkah konkret untuk mengatasi ketimpangan pendidikan, terutama di bidang sains dan teknologi. Ini menjadi penting, untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

“Hampir semua negara yang beralih dari kemiskinan menjadi negara adidaya mengandalkan sains dan teknologinya,” tegas Prof Stella. Dia menyebut contoh Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Vietnam kini melaju pesat karena sains dan teknologi.

Prof Stella menegaskan, Presiden meyakini talenta-talenta unggul tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Katingan. Namun, bakat-bakat ini tidak bisa berkembang tanpa adanya peluang yang diciptakan. “Peluang ini harus dibuat secara nyata, peluang ini harus dibangun. Maka inilah yang akan kita wujudkan melalui sekolah Garuda,” tuturnya.

Menurutnya, ada dua skema untuk membangun sekolah Garuda baru. Pertama, skema ini difokuskan untuk daerah-daerah yang belum memiliki SMA berkualitas tinggi. Katingan menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam pertimbangan pembangunan sekolah baru ini.

Kedua, membina sekolah yang sudah ada. Untuk skema ini bertujuan meningkatkan kualitas SMA yang sudah ada, agar murid-muridnya bisa bersaing menembus perguruan tinggi tingkat dunia. Lalu untuk pembangunan sekolah baru seperti di Katingan (Jika disetujui), dinilai menjadi urgen. Karena Indonesia sedang memasuki bonus demografi.

“Jika tidak dibarengi dengan pendidikan terbaik, bonus ini justru bisa menjadi risiko besar bagi negara. Sebaliknya, jika dikelola dengan baik. Maka putra-putri terbaik bangsa, akan lahir dari seluruh lapisan masyarakat dan daerah di Indonesia,” terangnya.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co
1 2 3 4 5Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button