Presenter Liga Champions Palsu! Eysan Aksoy Hanyalah AI, Bagaimana Ia Mampu Meraup Keuntungan Besar?
KALTENG.CO-Dunia maya kembali dihebohkan oleh sosok yang memukau namun menyimpan rahasia mengejutkan. Namanya Eysan Aksoy, seorang “presenter Liga Champions” yang mendadak viral dan berhasil mencuri hati ribuan penggemar sepak bola di media sosial.
Dengan paras rupawan, gaya yang glamor, dan narasi sebagai penyiar olahraga, Aksoy dengan cepat menjadi sorotan. Namun, di balik popularitasnya yang meroket, terungkap sebuah fakta yang mencengangkan: Eysan Aksoy sama sekali tidak nyata. Ia adalah hasil rekayasa murni teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Jebakan Sempurna: Viral dalam Tujuh Bulan dan Raih Keuntungan Finansial
Dilansir dari Daily Mail pada Rabu (1/10), fenomena Eysan Aksoy ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh AI dalam menciptakan ilusi yang meyakinkan. Dalam kurun waktu hanya tujuh bulan sejak dibuat, akun Instagram Aksoy telah berhasil mengumpulkan lebih dari 43 ribu pengikut.
Popularitas yang didapat Aksoy ini lantas berbuah keuntungan finansial yang fantastis bagi sang kreator.
Akun buatan ini menawarkan konten eksklusif berbayar melalui Patreon (platform berlangganan konten digital). Mereka menyediakan tujuh paket berlangganan dengan harga yang bervariasi, mulai dari GBP 4 per bulan (sekitar Rp 89.600) hingga paket premium senilai GBP 771,50 (sekitar Rp 17.280.000).
Konten yang ditawarkan pun beragam, mencakup gaya hidup mewah, foto perjalanan, hingga konten dewasa.
Memanfaatkan Tren Sepak Bola dan Reaksi Publik
Untuk memperkuat citra dan popularitasnya, sang kreator AI Aksoy tidak hanya aktif di Instagram, tetapi juga di TikTok, X (Twitter), dan YouTube. Mereka sangat pintar memanfaatkan tren sepak bola dengan menampilkan Aksoy dalam balutan berbagai seragam klub besar Turki seperti Galatasaray, Fenerbahce, Besiktas, hingga Trabzonspor.
Meskipun bagi sebagian penggemar sepak bola langkah ini dianggap sebagai penghinaan karena menyalahgunakan branding klub, para pengikut Eysan Aksoy tampaknya tidak peduli. Antusiasme mereka tetap melimpah, bahkan setelah fakta bahwa perempuan itu hanyalah sosok buatan terungkap.
Fenomena ini secara gamblang menegaskan bahwa batas antara dunia nyata dan maya semakin tipis di era digital.
Eysan Aksoy Bukan yang Pertama: Kekuatan Influencer AI di Dunia Hiburan
Kasus Aksoy bukan insiden tunggal. Sebelumnya, influencer AI lain bernama Mia Zelu juga sempat mencuri perhatian saat “tampil” di ajang bergengsi Wimbledon dan bahkan mendapatkan respons dari atlet kriket India, Rishabh Pant.
Fenomena Eysan Aksoy ini menjadi penanda semakin kuatnya peran Kecerdasan Buatan di dunia hiburan dan digital marketing. Meskipun sosok Aksoy tidak nyata, antusiasme penggemar yang tinggi telah membuka jalan bagi pencipta akun untuk meraup keuntungan besar dan berkelanjutan.
Situasi ini sekaligus menyoroti belum adanya peraturan jelas yang berlaku terkait penggunaan dan pengungkapan sosok yang sepenuhnya dibuat oleh AI, menjadikan ruang digital ini lahan subur bagi inovasi—dan ilusi. (*/tur)




