Diskominfosantik Kalteng Raih Peringkat Dua Nasional, Bukti Kuat Sinergi Komunikasi Pemerintah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemprov Kalteng kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalteng berhasil meraih peringkat ke-2 nasional sebagai lembaga dengan amplifikasi terbanyak dalam Agenda Setting Komunikasi Pemerintah (AGSKP).
Pencapaian ini dirilis oleh Deputi Bidang Koordinasi Informasi dan Evaluasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom P) RI bekerja sama dengan Badan Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri. Data tersebut menunjukkan tingginya intensitas penyebarluasan informasi program-program prioritas Pemerintah Pusat yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng melalui kanal komunikasi resmi dan berbagai media publikasi.
Saat dikonfirmasi, Plt. Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Diskominfosantik, dukungan media, serta arahan pimpinan daerah.
“Ini capaian yang patut kita syukuri bersama. Terima kasih kepada seluruh tim Diskominfosantik dan rekan-rekan media yang selalu bersinergi dalam menyampaikan informasi pembangunan. Kolaborasi ini membuahkan hasil yang positif,” ujar Rangga.
Lebih lanjut, Rangga menegaskan, bahwa pihaknya akan terus memperkuat peran komunikasi publik di daerah, khususnya dalam mendukung kebijakan dan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Program pemerintah pusat sangat baik dan harus kita sukseskan bersama. Ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, agar pemerintah daerah terus memberikan dukungan penuh serta bersinergi dengan kebijakan nasional,” tambahnya.
Di sisi lain, citra positif Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus meningkat di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo. Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah mencapai 85,9 persen—angka yang terbilang tinggi dibandingkan banyak provinsi lain di Indonesia.
Rangga menilai, pencapaian ini tidak lepas dari peran media dan jurnalis yang konsisten menyebarkan informasi pembangunan secara objektif dan berimbang.
“Kekuatan komunikasi publik dan kerja sama dengan insan pers menjadi kunci penting. Ke depan, kami akan terus memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi demi pelayanan publik yang lebih baik,” tutupnya. (pra)
EDITOR: TOPAN




