Tren Anti-Aging Terbaru: Bikin Organ Intim Kewanitaan Makin Kencang dengan Teknologi Non-Bedah

KALTENG.CO-Penuaan adalah proses alami yang tak terhindarkan bagi setiap makhluk hidup. Dampaknya tidak hanya terlihat pada rambut yang memutih atau kerutan di wajah, tetapi juga pada organ tubuh yang seringkali luput dari perhatian: organ intim baik pada perempuan maupun pria.
Seiring bertambahnya usia, organ intim, seperti kulit wajah, dapat mengalami perubahan bentuk, kekenduran, bahkan memengaruhi fungsi optimalnya. Tak heran, kini tindakan perawatan yang berfokus pada anti-aging dan perbaikan penampilan (estetika) organ intim semakin diminati.
Estetika Anti-Aging Meluas dari Wajah ke Genitalia
Assoc. Prof. Dr. Teguh Tanuwidjaja, M.Biomed, selaku Presiden ISAM (International Society of Aesthetic Medicine), mengungkapkan bahwa dahulu fokus utama perbaikan penuaan memang hanya sebatas pada wajah. Namun, tren ini telah berkembang pesat.
“Awalnya memang banyak orang hanya tertarik pada bagian wajah. Tapi kini berkembang ke organ tubuh lainnya termasuk genitalia atau organ intim perempuan maupun pria,” terang Prof. Teguh usai Konferensi Pers 6th International Symposium & Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM) 2025 di BSD.
Secara umum, ilmu kedokteran anti-penuaan (Anti-aging medicine) berdiri di atas dua pilar utama:
- Internal Aging Correction: Fokus untuk menjaga kesehatan organ tubuh dari dalam.
- External Aging Correction: Fokus untuk memperbaiki dan mempertahankan penampilan luar.
Melalui pilar eksternal inilah, ketertarikan masyarakat untuk memperbaiki penampilan serta kesehatan organ intim makin meningkat. Tindakan ini dinilai tidak hanya mengurangi efek penuaan visual, tetapi juga sangat krusial dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Inovasi Non-Bedah untuk Organ Intim
Pada perempuan, tanda penuaan organ intim yang paling umum adalah terjadinya pengenduran pada area kewanitaan. Untuk menjawab kebutuhan ini, muncul inovasi non-bedah dengan teknologi pengencangan yang mengkombinasikan penggunaan benang dan hyaluronic acid. Prosedur ini menawarkan hasil peremajaan tanpa memerlukan intervensi bedah invasif.
Sementara itu, pada pria, tindakan estetik dan anti-aging juga dapat dilakukan dengan tujuan serupa: meningkatkan fungsi dan penampilan organ intim.
Prof. Teguh menekankan bahwa materi yang digunakan dalam prosedur ini umumnya bersifat sementara (temporary). Hal ini penting mengingat ilmu pengetahuan dan riset di bidang ini terus berkembang, memungkinkan adanya materi dan teknologi yang lebih baik di masa depan.
🌏 Indonesia Calon Pusat Health-Aesthetic Tourism Asia
Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai kontributor terbesar dan salah satu poros penting di Asia dalam pengembangan ilmu Estetika & Anti-Aging Medicine. Hal ini ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan 3rd ISAM Annual Meeting 2025 dan 16th International Symposium & Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM).
Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI, Bapak Budi Gunadi Sadikin, bahkan menyebut peran Indonesia sebagai kandidat kuat pusat health-aesthetic tourism Asia.
Keunggulan Indonesia meliputi:
- Infrastruktur medis yang terus berkembang.
- Inovasi teknologi yang adaptif.
- Jumlah dokter terlatih yang meningkat pesat.
- Keberagaman budaya dan herbal Nusantara yang memberikan daya tarik unik.
Peran Sentral PERDESTI dalam Standardisasi Global
Indonesia diakui sebagai negara dengan perkembangan estetika medis paling dinamis di kawasan Asia Tenggara. Di balik kemajuan ini, PERDESTI (Perhimpunan Dokter Estetika Seluruh Indonesia) memegang peran strategis.
Ketua Umum PERDESTI, dr. Hendry Hartono, M.Kes.,Est., menjelaskan bahwa organisasinya secara aktif mendorong peningkatan kompetensi, standardisasi praktik, riset, dan edukasi di kalangan dokter.
“Seluruh upaya ini bertujuan untuk memastikan dokter Indonesia memiliki kompetensi yang setara dengan standar global, sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui praktik estetika yang etis, aman, dan sesuai kaidah kedokteran,” tegas dr. Hendry.
Langkah konkret yang dilakukan untuk mencapai standar global meliputi:
- Penguatan kolaborasi akademik dengan universitas besar (seperti Univ. Udayana, Univ. Jenderal Achmad Yani, dan Univ. Tarumanagara) sebagai basis pengembangan kurikulum.
- Pengembangan modul pelatihan ilmiah, workshop berbasis evidence-based medicine, dan kurikulum pendidikan berstandar internasional.
- Perluasan jejaring internasional melalui ISAM untuk menjadikan Indonesia pusat pengembangan pendidikan estetika terbesar di kawasan.
Dengan fokus yang meluas dari sekadar kecantikan wajah menuju kesehatan dan penampilan organ intim, serta didukung oleh peran sentral Indonesia dalam standardisasi kompetensi medis, masa depan estetika dan anti-aging di Asia tampak semakin menjanjikan. (*/tur)



