Nonton Avatar: Fire and Ash? Simak 5 Poin Penting Sebelum Menuju Avatar 4
KALTENG.CO-Dunia Pandora kembali membara. Melalui tangan dingin James Cameron, seri ketiga dari waralaba raksasa ini, Avatar: Fire and Ash, tidak hanya menyuguhkan visual yang memukau tetapi juga sebuah penutup cerita yang penuh emosi, tragedi, dan misteri yang menggantung.
Berlatar tak lama setelah peristiwa The Way of Water, film ini membawa penonton ke sisi gelap Pandora yang belum pernah terjamah sebelumnya.
Kemunculan Suku Mangkwan: Ancaman Baru di Pandora
Salah satu elemen kejutan dalam film ini adalah perkenalan Suku Mangkwan. Berbeda dengan klan Omatikaya atau Metkayina yang cinta damai, suku ini dipimpin oleh sosok Varang yang kejam.
Alih-alih bersatu menjaga keseimbangan alam, suku Mangkwan justru memilih bersekutu dengan Quaritch dan pasukan RDA. Kolaborasi ini menciptakan ancaman ganda bagi keluarga Sully, yang kini harus menghadapi pengkhianat dari sesama kaum Na’vi.
Pertempuran Puncak: Peran Kiri dan Kekuatan Eywa
Konflik memuncak dalam sebuah pertempuran besar yang melibatkan api dan asap, sesuai dengan judul filmnya. Ketika Jake Sully dan sekutunya berada di ambang kekalahan, keajaiban spiritual Pandora terjadi.
- Kiri sebagai Kunci: Kiri kembali menunjukkan hubungannya yang mendalam dengan Eywa. Ia berhasil membalikkan keadaan dengan menggerakkan kekuatan alam untuk memukul mundur pasukan RDA.
- Bantuan Tulkun: Makhluk raksasa laut ini kembali memainkan peran krusial dalam memberikan serangan balik yang menghancurkan.
Meski kemenangan berhasil diraih, James Cameron memberikan catatan penting bahwa kemenangan ini bersifat sementara dan dibayar dengan harga yang sangat mahal.
Karakter yang Gugur: Tragedi di Balik Kemenangan
Pertempuran besar ini memakan banyak korban jiwa yang akan mengubah dinamika cerita ke depannya. Beberapa karakter yang dipastikan gugur adalah:
- Ibu dari klan Metkayina: Meninggal secara heroik di medan perang sesaat setelah melahirkan seorang bayi perempuan.
- Rotxo: Anggota muda Metkayina yang harus kehilangan nyawanya dalam konflik tersebut.
- Kapten Mick Scoresby: Pemburu Tulkun yang kejam ini akhirnya menemui ajal secara tragis—ia tewas ditelan oleh Tulkun sebagai bentuk pembalasan dendam atas eksploitasi yang ia lakukan.
Teka-Teki yang Tersisa: Nasib Quaritch dan Varang
Alih-alih memberikan jawaban penutup, Cameron justru meninggalkan dua misteri besar yang akan menjadi fondasi Avatar 4:
- Quaritch Menghilang: Setelah terjatuh ke dalam kobaran api dan asap, jasad Quaritch tidak ditemukan. Tidak adanya bukti kematian yang jelas membuka spekulasi kuat bahwa ia akan kembali dengan rencana yang lebih licik.
- Pelarian Varang: Pemimpin suku Mangkwan ini berhasil melarikan diri saat pasukannya kocar-kacir. Ia diprediksi akan tetap menjadi antagonis utama yang menghantui perjalanan keluarga Sully di masa depan.
Baca Juga:5 Faktor Avatar Fire and Ash Menjadi Film dengan Rating Kritikus Terendah dalam Waralaba
Menatap Masa Depan: Lompatan Waktu di Avatar 4
James Cameron telah mengisyaratkan bahwa sekuel berikutnya, Avatar 4, akan menghadirkan lompatan waktu (time skip). Penonton akan melihat karakter-karakter yang selamat tumbuh dewasa dalam situasi Pandora yang semakin terancam.
Selain itu, klan baru yang disebut sebagai Wind Traders dipastikan akan muncul dan memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan planet ini.
Avatar: Fire and Ash bukan sekadar film perang, melainkan sebuah refleksi tentang pengkhianatan dan konsekuensi dari kerusakan alam. Apakah Jake Sully mampu menjaga keluarganya di tengah badai yang belum usai? Kita harus menunggu jawabannya di babak selanjutnya. (*/tur)




