Jalan Yos Sudarso XVIII Rusak Total, Warga Keluhkan Kondisi Membahayakan Minta Perbaikan Segera
PALANGKA RAYA, Kalteng.co — Kondisi Jalan Yos Sudarso XVIII, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya menuai keluhan serius dari warga setempat. Jalan lingkungan yang menjadi akses utama masyarakat itu kini mengalami kerusakan parah dan dinilai sudah tidak layak dilalui.
Permukaan jalan dipenuhi lubang dengan ukuran dan kedalaman bervariasi, licin saat hujan, serta kerap digenangi air sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan Kalteng.co di lapangan, Senin (5/1/2026), kerusakan terjadi hampir di sepanjang badan jalan. Lubang-lubang besar terlihat menyebar dan sebagian tertutup genangan air, membuat pengendara sulit memperkirakan kondisi jalan saat melintas. Akibatnya, tidak sedikit pengendara, khususnya sepeda motor, terjatuh karena roda kendaraan terperosok ke dalam lubang atau tergelincir di permukaan jalan yang licin.
Warga menyebut, kondisi terburuk biasanya terjadi saat hujan turun atau pada malam hari ketika jarak pandang terbatas. Genangan air membuat lubang jalan tidak terlihat, sehingga pengendara kerap menjadi korban kecelakaan tunggal. Bahkan, beberapa warga mengaku telah menyaksikan langsung pengendara jatuh hampir setiap pekan di lokasi tersebut.
“Kalau hujan turun, jalan ini seperti kubangan. Lubang tertutup air, jadi pengendara tidak tahu mana yang dalam atau dangkal. Sudah sering motor jatuh, terutama malam hari,” ujar salah seorang warga yang rumahnya berada di sekitar Jalan Yos Sudarso XVIII.
Selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak pada aktivitas dan mobilitas warga. Jalan tersebut merupakan akses penting menuju permukiman, sekolah, serta jalur keluar-masuk kendaraan warga setiap hari. Akibat kondisi jalan yang rusak, warga terpaksa mengurangi kecepatan secara drastis atau mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh.
“Kalau bawa anak ke sekolah atau ke pasar, harus ekstra hati-hati,” kata warga lainnya.
Warga mengungkapkan, kerusakan Jalan Yos Sudarso XVIII bukan terjadi dalam waktu singkat. Jalan tersebut sudah lama mengalami penurunan kualitas, namun dalam beberapa bulan terakhir kondisinya semakin parah akibat intensitas hujan dan tingginya volume kendaraan yang melintas.
Menurut keterangan warga, usulan perbaikan jalan telah disampaikan sebanyak dua kali kepada pihak terkait melalui mekanisme yang ada. Namun hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan maupun penanganan yang dilakukan secara serius di lapangan.
“Kami sudah dua kali mengajukan usulan perbaikan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Jalan ini seolah dibiarkan rusak begitu saja,” keluh seorang warga.
Warga menilai, penanganan darurat seperti penimbunan sementara tidak lagi memadai. Mereka berharap pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait dapat segera melakukan perbaikan menyeluruh agar jalan kembali layak dan aman dilalui.
“Kami tidak menuntut yang muluk-muluk. Yang penting jalan ini diperbaiki secara permanen, supaya tidak membahayakan warga,” ujar warga lainnya.
Warga juga berharap keluhan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, mengingat jalan tersebut menyangkut keselamatan publik. Mereka khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, jumlah korban kecelakaan akan terus bertambah.
“Jangan sampai menunggu ada korban luka berat atau meninggal baru diperbaiki. Keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas,” tegas warga. (pra)
EDITOR: AZUBA




