Melalui Game Roblox, Dua Anak-anak di Sampit Diduga Terpapar Paham Radikalisme
SAMPIT, Kalteng.co – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menaruh perhatian serius terhadap potensi penyebaran paham radikalisme melalui teknologi digital, khususnya permainan daring yang banyak digemari anak-anak.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan aparat keamanan menemukan adanya indikasi anak-anak yang mulai terpapar paham radikal setelah berinteraksi melalui game online.
“Informasi ini kami terima dari Densus 88 yang sebelumnya melakukan pemantauan langsung di Kotim,” kata Irawati, Senin (5/1/2026).
Ia menyebutkan, setidaknya terdapat dua anak di wilayah Kotim yang terindikasi terpengaruh paham radikalisme melalui proses perekrutan yang berlangsung secara bertahap di ruang digital.
Menurut Irawati, permainan daring kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk awal sebelum anak-anak diarahkan ke dalam grup tertutup. Di dalamnya, mereka tidak hanya diajak bermain, tetapi juga mulai dikenalkan pada narasi kekerasan dan kebencian.
“Awalnya terlihat seperti aktivitas bermain biasa. Namun perlahan anak-anak diarahkan pada konten yang mengajarkan kekerasan, bahkan penanaman rasa benci terhadap pihak lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak dengan latar belakang psikologis tertentu, seperti pernah mengalami perundungan, dinilai lebih rentan menjadi sasaran.
“Kondisi emosional anak sangat berpengaruh. Mereka yang pernah dibully biasanya lebih mudah dipengaruhi,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Irawati, dua anak yang terindikasi tersebut masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan bersama pemerintah daerah. Langkah pendampingan juga dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan serta memastikan proses pembinaan berjalan optimal.
“Pemerintah daerah mengimbau peran aktif orang tua dan lingkungan sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak, khususnya dalam penggunaan game online dan media komunikasi daring,” pungkasnya. (oiq)




