Menguak Fakta di Balik Buku ‘Broken String’: Benarkah Aurelie Moeremans Pernah Menikah?
KALTENG.CO-Belakangan ini, nama aktris Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Hal ini dipicu oleh rilisnya buku berjudul Broken String, yang secara berani mengangkat isu sensitif mengenai child grooming, kekerasan, hingga pelecehan seksual.
Buku tersebut seolah membuka luka lama Aurelie terkait hubungannya di masa lalu dengan Roby Tremonti.
Publik pun kembali menyoroti dinamika hubungan keduanya yang penuh kontroversi, terutama status pernikahan mereka yang sempat menjadi simpang siur selama bertahun-tahun.
Awal Mula Hubungan: Bersemi di Lokasi Syuting
Kisah antara Aurelie dan Roby bermula pada tahun 2009. Keduanya dipertemukan dalam sebuah proyek sinetron yang sama. Terjebak dalam cinta lokasi (cinlok), hubungan mereka berkembang pesat meski terganjal restu orang tua Aurelie.
Puncaknya terjadi pada tahun 2011, di mana tersiar kabar bahwa keduanya telah melangsungkan pernikahan secara diam-diam. Pernikahan ini memicu kontroversi besar karena dilakukan tanpa kehadiran keluarga pihak perempuan, sebuah hal yang tidak lazim dalam prosesi pernikahan sakral.
Dugaan KDRT dan Pelarian Menuju Kebebasan
Bahtera rumah tangga yang dibangun di atas ketidaksetujuan orang tua tersebut dikabarkan tidak berjalan mulus. Pada tahun 2013, hubungan mereka resmi kandas. Aurelie memutuskan untuk meninggalkan Roby dan kembali ke pelukan orang tuanya.
Dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta tekanan mental disebut-sebut menjadi alasan utama Aurelie mengakhiri hubungan tersebut. Namun, hal yang paling mengganjal bagi publik saat itu adalah: Apakah Aurelie benar-benar seorang janda?
Fakta Status “Liber”: Mengapa Pernikahan Tersebut Dianggap Tidak Sah?
Lama bungkam, Aurelie akhirnya memberikan klarifikasi tegas mengenai status sipil dan agamanya. Ia mengungkapkan bahwa pernikahan yang terjadi di masa lalu adalah sebuah rekayasa paksaan yang tidak sah secara hukum gereja.
Berikut adalah poin-poin klarifikasi Aurelie terkait status pernikahannya:
- Penyogokan Oknum: Aurelie membeberkan bahwa mantan pasangannya sempat berkeliling ke puluhan gereja demi menemukan pihak yang mau menikahkan mereka tanpa kehadiran orang tua. Diduga, ada oknum yang menerima bayaran hingga puluhan juta rupiah untuk melegalkan prosesi tersebut secara non-formal.
- Status Liber: Untuk membuktikan kebenarannya, Aurelie sempat menunjukkan dokumen dari gereja yang menyatakan statusnya adalah Liber. Dalam hukum gereja Katolik, Status Liber berarti seseorang masih bebas dan tidak terikat dalam ikatan pernikahan apa pun yang sah.
- Bantahan Pihak Gereja: Sebuah gereja di kawasan Cibinong yang sempat disebut sebagai lokasi pernikahan juga memberikan bantahan resmi bahwa tidak ada pencatatan pernikahan atas nama mereka.
“Aku nggak pernah menikah, aku bukan janda. Status Liber itu intinya aku tidak pernah punya ikatan pernikahan apa pun,” tegas Aurelie dalam sebuah video klarifikasi.
Pesan di Balik Buku Broken String
Melalui buku Broken String, Aurelie tidak hanya bercerita tentang masa lalunya, tetapi juga memberikan edukasi mengenai bahaya child grooming. Pengalaman pahitnya menjadi korban manipulasi di usia yang sangat muda diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi perempuan lain agar lebih waspada terhadap tanda-tanda hubungan yang toksik dan abusif.
Kini, Aurelie Moeremans memilih untuk fokus pada karier dan kesehatan mentalnya, meninggalkan bayang-bayang kelam masa lalu yang sempat menjeratnya. (*/tur)




