Rupiah Tembus Rp16.965, Siap-siap Dolar Sentuh Rp17.000 Hari Ini!

KALTENG.CO-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada perdagangan Rabu (21/1/2026), posisi rupiah tertahan di level psikologis baru, yakni Rp16.965 per dolar AS.
Meski angka ini menunjukkan penguatan tipis sebesar 3,75 poin atau 0,022% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.971, sentimen pasar secara keseluruhan masih cenderung negatif.
Para pelaku pasar kini waspada karena rupiah diprediksi akan terus mengalami depresiasi hingga mendekati ambang batas Rp17.000 dalam waktu dekat.
Analisis Pengamat: Potensi Pelemahan Hingga Rp16.980
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memberikan pandangan pesimistis terhadap pergerakan mata uang garuda. Menurutnya, meskipun ada fluktuasi di tengah perdagangan, rupiah diperkirakan akan tetap ditutup melemah.
“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS,” ungkap Ibrahim dalam laporan analisisnya.
Mengapa Rupiah Melemah? Faktor Geopolitik Global
Pelemahan rupiah kali ini tidak lepas dari dinamika politik luar negeri Amerika Serikat yang kian memanas. Ada beberapa faktor kunci yang menekan mata uang negara berkembang:
- Isu Greenland dan Eskalasi Militer: Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang bersikeras menuntut wilayah Greenland menciptakan ketegangan baru. Dalam wawancara dengan NBC News, Trump bahkan tidak menutup kemungkinan pengerahan militer, yang memicu kekhawatiran global.
- Intervensi di Venezuela: Ketegangan meningkat setelah Washington melancarkan operasi di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Hal ini menciptakan ketidakpastian di pasar komoditas dan mata uang.
- Ancaman Perang Dagang Eropa: Trump mengancam akan mengenakan bea masuk tambahan sebesar 10% mulai 1 Februari 2026 terhadap barang-barang dari negara-negara Eropa seperti Denmark, Norwegia, Swedia, Jerman, hingga Inggris. Bea ini bahkan bisa melonjak hingga 25% pada Juni mendatang jika kesepakatan terkait Greenland tidak tercapai.
Pantauan Kurs Dolar di Perbankan Nasional
Sejalan dengan kondisi pasar spot, nilai jual dolar AS di sejumlah bank besar di Indonesia juga mulai merangkak naik, bahkan beberapa di antaranya sudah melampaui angka Rp17.000.
Berikut adalah rincian kurs dolar di beberapa bank nasional (per 21/1/2026):
| Nama Bank | Harga Jual (Rp) | Harga Beli (Rp) |
| Bank Mandiri | 17.070 | 16.980 |
| Bank BCA (TT Counter) | 17.095 | 16.795 |
| Bank BNI | 16.984 | 16.964 |
| Bank BRI | 16.975 | 16.948 |
| Bank CIMB Niaga | 16.968 | 16.953 |
| Bank BTN | 16.900 | 16.650 |
Dampak Bagi Masyarakat
Kenaikan kurs dolar ini tentu berdampak langsung pada sektor-sektor yang bergantung pada impor, seperti gadget teknologi terbaru dan barang-barang otomotif. Selain itu, bagi masyarakat yang berencana mengambil paket liburan luar negeri atau membeli tiket pertandingan internasional, pelemahan rupiah ini akan membuat biaya perjalanan membengkak secara signifikan.
Kondisi rupiah saat ini sangat bergantung pada perkembangan pertemuan Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Jika tidak ada sinyal de-eskalasi terkait kebijakan dagang dan isu Greenland, tekanan terhadap rupiah diprediksi akan bertahan dalam jangka menengah. (*/tur)



