Waspada Sugar Crash! Hindari Jenis Makanan Ini Saat Makan Siang Jika Tak Ingin Lemas

KALTENG.CO-Pernahkah Anda merasa semangat mendadak lenyap dan rasa kantuk menyerang hebat tepat setelah makan siang? Fenomena “kabut siang hari” atau penurunan energi ini dialami oleh banyak orang dan sering kali menjadi penghambat produktivitas di kantor maupun aktivitas sehari-hari.
Rasa lemas yang muncul saat matahari sedang terik ini bukan tanpa alasan. Ada proses biologis rumit yang terjadi di dalam tubuh Anda. Mari kita bedah mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara menghentikannya.
Mengapa Tubuh Terasa Lemas Setelah Makan Siang?
Penurunan energi setelah makan (secara medis dikenal sebagai postprandial somnolence) biasanya dipicu oleh kombinasi faktor biologis dan pola makan berikut:
1. Proses Pencernaan yang Intens
Mencerna makanan membutuhkan energi yang besar. Saat Anda selesai makan, tubuh secara otomatis meningkatkan aliran darah ke saluran pencernaan. Dampaknya, aliran darah ke bagian tubuh lain, termasuk otak, sedikit berkurang, yang akhirnya memicu rasa lelah dan kantuk.
2. Efek Lonjakan Insulin
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau gula menyebabkan kadar gula darah melonjak drastis. Tubuh kemudian melepaskan hormon insulin untuk menyeimbangkannya. Proses ini memicu masuknya asam amino triptofan ke otak, yang kemudian diubah menjadi serotonin (hormon rileks) dan melatonin (hormon tidur). Inilah alasan utama mengapa Anda merasa ingin segera tidur siang.
3. Ritme Sirkadian Tubuh
Tubuh kita memiliki jam biologis alami yang disebut ritme sirkadian. Secara alami, manusia mengalami penurunan energi sekitar 7 hingga 9 jam setelah bangun tidur. Jika Anda bangun pukul 6 pagi, maka antara pukul 1 hingga 3 siang adalah waktu di mana tubuh Anda memang diprogram untuk beristirahat.
Strategi Memilih Menu Makan Siang Agar Tidak Mengantuk
Apa yang Anda letakkan di piring sangat menentukan apakah Anda akan bersemangat atau justru terkulai lemas di meja kerja. Berikut adalah pilihan makanan cerdas untuk menjaga energi tetap stabil:
✔️ Konsumsi Protein Rendah Lemak
Alih-alih makan makanan berlemak jenuh tinggi, pilihlah ayam panggang, ikan, tahu, tempe, atau telur. Protein memberikan energi yang bertahan lama tanpa membuat sistem pencernaan bekerja terlalu berat.
✔️ Beralih ke Biji-bijian Utuh (Complex Carbs)
Gantilah nasi putih atau roti putih dengan beras merah, quinoa, atau gandum utuh. Karbohidrat kompleks melepaskan energi secara perlahan ke dalam darah, sehingga tidak terjadi lonjakan insulin yang ekstrem.
✔️ Perbanyak Serat dari Buah dan Sayur
Sayuran segar dan buah-buahan kaya akan mineral dan vitamin yang membantu metabolisme energi. Serat juga membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.
✔️ Tambahkan Lemak Sehat
Sertakan alpukat, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Lemak sehat memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjadi cadangan energi yang stabil untuk sisa hari Anda.
Makanan yang Harus Dibatasi
Untuk menghindari “kecelakaan” energi di siang hari, sebaiknya batasi konsumsi:
Minuman manis: Soda, kopi kekinian dengan gula tinggi, atau jus kemasan.
Gorengan: Makanan berminyak sangat berat untuk dicerna dan menguras energi tubuh.
Karbohidrat Olahan: Tepung terigu dan camilan manis yang cepat menaikkan gula darah namun juga cepat menurunkannya (sugar crash).
Rasa kantuk setelah makan siang adalah sinyal dari tubuh mengenai cara kita mengelola asupan dan energi. Dengan memahami ritme sirkadian dan memilih nutrisi yang tepat, Anda bisa mengusir kabut siang hari dan tetap fokus hingga jam kerja berakhir. (*/tur)



