
KALTENG.CO-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program penguatan sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat. Meski saat ini telah mengoperasikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh penjuru negeri, Korps Bhayangkara masih mematok target ambisius untuk tahun ini.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya menargetkan jumlah SPPG Polri mencapai 1.500 unit pada tahun 2026. Langkah ekspansif ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan upaya strategis untuk memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat yang membutuhkan.
Prioritas Utama: Higienitas dan Keamanan Pangan
Dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (13/2), Kapolri menekankan bahwa kuantitas unit harus berjalan beriringan dengan kualitas. Prinsip Zero Accident menjadi harga mati dalam pengelolaan setiap dapur layanan gizi.
“Aspek standarisasi mutu, higienitas, dan keamanan pangan menjadi prioritas utama kami,” ujar Jenderal Sigit.
Data terkini menunjukkan progres sertifikasi yang signifikan pada unit-unit yang telah beroperasi:
201 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi.
119 SPPG telah memiliki Sertifikat Halal.
147 SPPG telah lulus Sertifikat Uji Laboratorium Air.
Teknologi dan Fasilitas Penunjang Standar Tinggi
Untuk menjamin makanan yang diproduksi benar-benar sehat dan aman dikonsumsi, Polri membekali setiap unit SPPG dengan peralatan modern. Pengelolaan sanitasi dilakukan secara ketat dengan penggunaan:
Filter Air & Water Heater: Menjamin kualitas air bersih untuk pengolahan.
Biotank: Sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan higienis.
Rak Food Tray UV & Steamer: Memastikan peralatan makan bebas kuman.
Selain perangkat fisik, Polri menerapkan protokol food security dan food safety yang ketat melalui penggunaan test kit sebagai kontrol kualitas (quality control) bahan pangan sebelum diolah.
Baca Juga: Usai Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Polri, Mantan Direktur Dana Syariah Indonesia Langsung Ditahan
Kemandirian Melalui Farmapol Pusdokkes
Salah satu terobosan penting Polri dalam menjaga standar keamanan pangan adalah pengembangan Farmapol Pusdokkes Polri. Fasilitas ini berperan sebagai produsen mandiri food safety kit.
Saat ini, Farmapol mampu memproduksi 400 unit test kit per bulan. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah 1.500 SPPG Polri, hingga target jangka panjang mendukung 33.000 SPPG secara nasional.
SDM Ahli di Balik Dapur Gizi
Keamanan layanan SPPG Polri juga diperkuat oleh tenaga profesional. Polri telah merekrut 596 Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus), di mana 97 di antaranya adalah pakar di bidang Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Para personel ahli ini bertugas mengawasi implementasi keamanan pangan dan pengendalian mutu di setiap titik distribusi. Dengan sinergi antara teknologi, fasilitas memadai, dan SDM kompeten, Polri optimis program Makan Bergizi Gratis ini akan menjadi fondasi kuat bagi kesehatan generasi mendatang. (*/tur)



