Kolaborasi Lisa BLACKPINK, Anitta, dan Rema di Lagu Piala Dunia 2026 ‘Goals’ Pemicu Kontroversi, Kenapa?

KALTENG.CO-Penampilan Lisa BLACKPINK kembali menjadi magnet perhatian global. Idol K-pop asal Thailand ini baru saja terlibat dalam proyek musik internasional yang sangat bergengsi, yakni menyanyikan lagu promosi resmi untuk ajang Piala Dunia FIFA 2026 yang berjudul “Goals”.
Melansir laporan dari media News Lao Dong, lagu “Goals” dibawakan oleh Lisa bersama penyanyi top asal Brasil, Anitta, serta bintang Afrobeat, Rema. Kolaborasi lintas negara ini dirilis sebagai bagian dari kampanye musik resmi untuk menyemarakkan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Namun, alih-alih menuai pujian instan secara merata, perilisan lagu ini justru memicu perdebatan sengit dan kontroversi di kalangan penggemar musik serta pencinta sepak bola.
Antara Musik Hiburan Global dan Kritik Lirik yang Kurang “Jiwa Sepak Bola”
Di satu sisi, sejumlah pendengar memberikan respons positif terhadap “Goals”. Mereka menilai lagu ini memiliki aransemen musik yang sangat energik, meriah, dan sangat cocok dijadikan sebagai lagu hiburan global yang memanjakan telinga.
Namun di sisi lain, gelombang kritik tajam tidak dapat dibendung. Banyak pihak yang menyayangkan isi lirik lagu tersebut karena dianggap kurang mencerminkan esensi turnamen. Lagu resmi Piala Dunia biasanya identik dengan pesan:
Semangat persatuan global lintas bangsa.
Perjuangan dan sportivitas di lapangan hijau.
Solidaritas dan kebersamaan umat manusia.
Beberapa komentar pedas di media sosial bahkan menyebut “Goals” lebih menyerupai lagu pop komersial biasa untuk keperluan branding pribadi, alih-alih sebuah lagu tema sepak bola yang sakral.
Kritikus musik dan netizen menyoroti liriknya yang dinilai terlalu ego-sentris—lebih banyak membahas gaya hidup mewah, kepercayaan diri, hingga kesenangan pribadi—dibandingkan pesan kolektif yang menyatukan dunia.
Citra Personal yang Terlalu Menonjol
Penampilan Lisa dan Anitta dalam video musik maupun eksekusi vokal juga dinilai lebih menonjolkan citra personal (personal branding) mereka sebagai diva pop papan atas, daripada membawa narasi kebersamaan lintas budaya.
Hal inilah yang membuat sebagian penonton merasa kehilangan atmosfer emosional, ketegangan, dan heroisme yang biasanya melekat erat pada lagu-lagu legendaris Piala Dunia terdahulu.
Dibandingkan dengan Kesuksesan ‘Dreamers’ Milik Jungkook BTS
Kontroversi ini kian memanas setelah netizen beramai-ramai membandingkan “Goals” dengan lagu “Dreamers” yang dibawakan oleh Jungkook BTS pada Piala Dunia 2022 di Qatar lalu.
Banyak penggemar sepak bola menilai “Dreamers” jauh lebih berhasil menyampaikan pesan inspiratif yang magis serta mengobarkan semangat persatuan dunia lewat lirik dan penampilan panggungnya yang ikonik.
Perbandingan ini terasa semakin tajam mengingat Lisa merupakan idol K-pop kedua setelah Jungkook yang mendapatkan kesempatan emas untuk mengisi lagu resmi di ajang olahraga terbesar di planet bumi ini.
Pembelaan Penggemar Terkait Arah Kreatif Lagu
Meskipun dihujani kritik, basis penggemar setia Lisa tetap pasang badan memberikan dukungan penuh. Mereka menegaskan bahwa sang idol tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas arah kreatif maupun penulisan lirik lagu tersebut.
Hingga saat ini, informasi mendetail mengenai seluruh tim penulis lirik “Goals” memang belum dirilis secara penuh ke publik, meskipun beberapa produser musik ternama dunia dikabarkan ikut ambil bagian dalam proses produksinya.
Selain itu, belum ada kepastian sejauh mana keterlibatan aktif Lisa dalam proses penulisan draf lagu yang kini tengah ramai diperbincangkan tersebut.
Bagaimana menurut Anda? Apakah lagu “Goals” sudah cukup mewakili kemeriahan Piala Dunia 2026, atau justru terasa seperti lagu pop biasa? (*/tur)



