Disperkimtan Barsel Siap Tangani 110 RTLH

BUNTOK,Kalteng.co – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menargetkan penanganan ratusan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2026 sebagai upaya mewujudkan hunian yang layak dan bermartabat bagi masyarakat.
Kepala Disperkimtan Barito Selatan, M. Taufik, mengatakan pihaknya mengalokasikan sebanyak 110 unit RTLH untuk program bedah rumah pada tahun tersebut.
“Pada tahun 2026 kami mengalokasikan 110 unit RTLH. Program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini bertujuan meningkatkan kualitas rumah agar sehat, aman, dan layak ditempati,” ujarnya, Selasa (18/2).
Ia menjelaskan, program BSPS merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dan saat ini masih berada pada tahap persiapan, khususnya proses identifikasi calon penerima bantuan.
“Setelah data calon penerima lengkap dan memenuhi persyaratan, baru diusulkan untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) penerima bantuan, kemudian ditindaklanjuti pelaksanaannya,” jelasnya.
M. Taufik menegaskan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki rumah tidak layak huni. Selain itu, rumah yang dibedah harus berstatus milik sendiri dan dibuktikan dengan legalitas resmi, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau dokumen kepemilikan sah lainnya.
Selain program bedah rumah, Disperkimtan Barsel juga mengalokasikan bantuan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan atau roboh akibat bencana alam, seperti tanah longsor dan abrasi.
“Untuk bantuan bedah rumah, setiap penerima mendapatkan Rp20 juta. Sementara bantuan rumah terdampak bencana dialokasikan sebesar Rp50 juta per penerima,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan berdampak langsung terhadap kualitas hidup keluarga. Kelembapan dan debu pada RTLH dapat memicu gangguan pernapasan, sementara sanitasi yang buruk meningkatkan risiko penyakit pencernaan dan berkontribusi terhadap angka stunting pada anak.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat Barsel memiliki hunian yang aman, sehat, dan nyaman. Harapannya, tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah sekadar ada atapnya, tetapi benar-benar layak dan mampu meningkatkan martabat serta kualitas hidup keluarga,” pungkasnya. (hms)



