BeritaDPRD KALTENGLEGISLATIF

Konflik Timur Tengah, Legislator DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh Sarankan Warga Tunda Umrah dan Haji

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mendapat perhatian dari kalangan legislatif di Kalimantan Tengah. Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Hj. Faridawaty Darland Atjeh, mengimbau masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah maupun haji agar mempertimbangkan untuk menunda keberangkatan hingga situasi di nilai lebih aman dan kondusif.

Menurut Faridawaty, langkah penundaan tersebut penting sebagai bentuk kewaspadaan di tengah kondisi geopolitik yang masih berpotensi menimbulkan risiko bagi warga negara yang melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah.

“Keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama. Jika pemerintah pusat telah mengeluarkan imbauan terkait kondisi keamanan di Timur Tengah, maka masyarakat sebaiknya mengikuti arahan tersebut, baik yang berencana melaksanakan umrah maupun haji,” ujar Faridawaty, Kamis (5/3/2026).

Politisi perempuan dari fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng itu menjelaskan, bahwa pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan imbauan terkait mitigasi risiko bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada atau akan menuju kawasan Timur Tengah, termasuk calon jemaah yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Penundaan Ini Bukan Berarti Menghalangi Niat Ibadah Masyarakat

Surat dari Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI tersebut, lanjutnya, merupakan langkah antisipatif guna melindungi WNI dari potensi dampak konflik yang saat ini masih berkembang di kawasan tersebut.

Selain itu, Faridawaty juga meminta biro perjalanan dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Kalimantan Tengah untuk aktif menyampaikan informasi terbaru kepada para calon jemaah. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan jelas sangat penting agar masyarakat dapat memahami situasi yang sedang terjadi.

Ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak penyelenggara perjalanan harus di perkuat agar masyarakat tidak mengalami kebingungan terkait jadwal keberangkatan ibadah. “Penundaan ini bukan berarti menghalangi niat ibadah masyarakat, melainkan sebagai langkah kehati-hatian demi menjaga keselamatan jemaah sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Faridawaty juga berharap situasi di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda sehingga umat Muslim yang telah merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dapat kembali melaksanakannya dengan aman dan khusyuk. “Semoga konflik segera berakhir dan situasi kembali stabil, sehingga masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah maupun haji dapat berangkat dengan rasa tenang,” pungkasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button