Warna-Warni Bunga Tabur dan Air Mawar: Jelang Idul Fitri, Suasana Padat Merayap di Pintu Masuk TPU KM 2 Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Palangka Raya mulai dipadati warga yang melaksanakan tradisi ziarah kubur atau nyekar, Kamis (19/3/2026).
Lonjakan jumlah peziarah sejak pagi hari, Warga datang silih berganti untuk mendoakan keluarga dan kerabat yang telah berpulang, dengan membawa bunga tabur, air mawar, serta buku Yasin.
Salah seorang peziarah, Faisal mengungkapkan tradisi ini rutin dilakukan keluarganya setiap menjelang Lebaran. “Sudah menjadi kebiasaan keluarga kami setiap tahun sebelum Idulfitri. Selain mendoakan, ini juga menjadi pengingat bagi kami yang masih hidup agar terus berbuat baik,” ujarnya saat ditemui di TPU Km 2 Palangka Raya.
Meningkatnya aktivitas ziarah turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang musiman terlihat memadati area pintu masuk pemakaman, menawarkan bunga tabur dan air mawar kepada para peziarah.
Harga bunga tabur pun bervariasi, mulai dari Rp6.000 hingga Rp20.000 per kantong, tergantung ukuran dan jenis bunga. Selain itu, jasa pembersihan makam yang dilakukan oleh anak-anak dan warga setempat juga diminati, terutama untuk membersihkan rumput liar di sekitar area nisan.
Di sisi lain, pihak pengelola TPU mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, khususnya dalam hal parkir kendaraan guna menghindari kemacetan di akses masuk pemakaman.
Warga juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah, seperti plastik bekas dan bungkus bunga, di area pemakaman.
Tradisi ziarah kubur menjelang Idulfitri ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya religius masyarakat, tetapi juga mempererat nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian terhadap sesama. (bam)



