Satu Hari Jadi Raja dan Ratu: Cerita di Balik Program Mobil Mewah Pengantin Gratis dari Pemkot Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Inovasi tak biasa datang dari Pemerintah Kota Palangka Raya. Program pinjam pakai mobil mewah gratis untuk pengantin yang digagas Wali Kota Fairid Naparin kembali menjadi sorotan publik dan viral di sejumlah platform.
Program yang diluncurkan sejak 2025 ini terbukti bukan sekadar gimmick, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bahkan, antusiasme warga terus meningkat dari waktu ke waktu.
Terbaru, Sabtu (29/03/2026), pasangan Rahma Yanti (Rara) dan Rahmadini menjadi salah satu dari sekian banyak warga yang merasakan langsung fasilitas tersebut. Dengan penuh kebahagiaan, keduanya menggunakan mobil Alphard gratis dari pemerintah kota di hari pernikahan mereka.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Palangka Raya atas fasilitas ini. Ini sangat membantu dan membuat momen kami semakin berkesan,” ujar Rara.
Program ini memungkinkan pasangan pengantin memanfaatkan kendaraan dinas berupa mobil mewah tanpa dipungut biaya, sebuah terobosan yang dinilai mampu meringankan beban ekonomi sekaligus menghadirkan pengalaman istimewa bagi masyarakat.
Wali Kota Fairid Naparin mengungkapkan, sejak diluncurkan, program ini mendapat sambutan luar biasa. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 74 pasangan pengantin telah memanfaatkannya.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami berharap di tahun 2026 jumlahnya terus bertambah sehingga semakin banyak warga yang terbantu,” ungkapnya.
Ia menegaskan, program ini akan terus dilanjutkan hingga akhir masa jabatannya sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tak hanya sekadar fasilitas, program ini juga dinilai menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam setiap fase penting kehidupan warganya termasuk momen sakral pernikahan.
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini, permohonan dapat diajukan melalui Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Dengan gebrakan ini, Kota Palangka Raya kembali menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak harus kaku—namun bisa kreatif, menyentuh, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas. (pra)
EDITOR: MATURIDI



