AKHIR PEKANBeritaKESEHATANLife StyleMETROPOLIS

Waspada Efek Samping Gula Stevia Meski Diklaim Sehat, Simak Faktanya!

KALTENG.CO-Tidak semua orang memiliki keleluasaan untuk menikmati segala jenis hidangan. Bagi sebagian orang, makanan tertentu justru menjadi pantangan yang harus dihindari demi kesehatan.

Namun, berkat inovasi bahan alternatif, batasan tersebut kini mulai terkikis. Mereka yang memiliki pantangan tetap dapat mencicipi lezatnya hidangan kesukaan tanpa rasa khawatir berlebih.

Salah satu tantangan terbesar bagi penderita kadar gula darah tinggi adalah menemukan pemanis yang tidak memicu lonjakan glukosa secara drastis. Kabar baiknya, saat ini telah tersedia beragam pilihan gula alternatif yang bisa dieksplorasi hingga menemukan jenis yang paling pas di lidah. Salah satu yang paling populer adalah Gula Stevia.

Apa Itu Gula Stevia?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Halodoc, gula stevia merupakan pemanis yang diekstrak dari tanaman Stevia rebaudiana. Tanaman ini telah lama digunakan oleh masyarakat di Paraguay dan Brasil sebagai pemanis alami.

Rahasia rasa manis stevia terletak pada kandungan stevioside dan rebaudioside di dalam daunnya. Tingkat kemanisan zat ini diklaim mencapai ratusan kali lipat dibandingkan gula pasir biasa. Karena konsentrasinya yang sangat tinggi, penggunaan sedikit saja sudah cukup untuk memberikan rasa manis yang kuat, sehingga secara otomatis asupan kalori pun menjadi jauh lebih rendah.

Proses pembuatan ekstrak stevia pun tergolong alami. Mengutip Cleveland Clinic, metodenya menyerupai cara menyeduh teh. Daun stevia dimasak dengan air untuk mengeluarkan glikosida steviol dalam bentuk murni. Hasil ekstraksi cair tersebut kemudian dikeringkan hingga menjadi bubuk yang siap dikonsumsi.

Manfaat Gula Stevia untuk Kesehatan

Selain sebagai pengganti rasa manis, stevia menawarkan sejumlah manfaat fungsional bagi tubuh:

1. Membantu Mengontrol Diabetes

Melansir dari Health, stevia menjadi solusi bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga stabilitas gula darah. Hal ini dikarenakan stevia memiliki kandungan karbohidrat yang sangat minim sehingga tidak memicu lonjakan glukosa. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan stevia memiliki efek anti-diabetes yang dapat memperbaiki sensitivitas insulin.

2. Menjaga Tekanan Darah tetap Stabil

Kandungan glikosida dalam stevia ternyata mampu membantu melebarkan pembuluh darah. Studi tahun 2003 yang dilansir Medical News Today menyebutkan bahwa stevia bersifat kardiotonik, yakni membantu menormalkan tekanan darah, meningkatkan pembuangan natrium (ekskresi), serta mengatur detak jantung agar lebih teratur.

3. Mencegah Risiko Gigi Berlubang

Berbeda dengan gula pasir yang menjadi “makanan” utama bakteri mulut untuk memproduksi asam pengikis enamel, stevia tidak memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Dengan mengganti gula ke stevia, Anda secara tidak langsung melindungi kesehatan gigi dari risiko karies dan lubang.

Hal yang Perlu Diperhatikan: Efek Samping dan Risiko

Meski dikategorikan aman oleh banyak lembaga kesehatan, konsumsi stevia tetap harus diperhatikan takarannya. Menurut Healthline, ada beberapa catatan yang perlu diketahui:

  • Gangguan Pencernaan: Pemanis rendah kalori dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus, yang berpotensi berdampak pada sistem imun dan metabolisme kolesterol.

  • Kandungan Tambahan: Beberapa produk stevia di pasaran mengandung gula alkohol seperti sorbitol atau xylitol yang dapat memicu keluhan pencernaan bagi mereka yang sensitif.

  • Efek Psikologis Diet: Ada kecenderungan seseorang makan lebih banyak secara tidak sadar karena merasa sudah memangkas kalori dari gula, yang justru bisa memicu kenaikan berat badan.

  • Interaksi Obat: Bagi individu yang sedang menjalani pengobatan untuk darah rendah (hipotensi) atau gula darah rendah (hipoglikemia), konsultasi dengan dokter sangat disarankan karena stevia dapat memperkuat efek penurunan tekanan darah atau kadar gula tersebut.

Gula stevia adalah alternatif yang menjanjikan bagi gaya hidup sehat, terutama untuk mengelola kondisi medis tertentu. Kuncinya adalah memilih produk stevia yang murni dan tetap mengonsumsinya secara bijak serta tidak berlebihan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button