BeritaHukum Dan Kriminal

881 Peserta Ikuti Tes Psikologi Bintara Polri di Polda Kalteng

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Polda Kalimantan Tengah mulai melaksanakan tahapan tes psikologi dalam rangka seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 881 peserta ambil bagian dalam ujian yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen tersebut.

Karo SDM Polda Kalteng Kombes Pol Leo Surya N. Simatupang mengatakan, pelaksanaan tes psikologi ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi yang harus diikuti seluruh peserta.

“Hari ini kita melaksanakan tes psikologi sebagai bagian dari tahapan rekrutmen Bintara Polri, dengan jumlah peserta sebanyak 881 orang,” ujarnya, Senin.

Ia menjelaskan, pelaksanaan tes digelar di tiga lokasi berbeda, yakni SMKN 1 Palangka Raya, SMKN 2 Palangka Raya, dan SMAN 1 Palangka Raya. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi jumlah peserta yang cukup besar.

Karena tingginya jumlah peserta, pelaksanaan tes dibagi dalam beberapa gelombang dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari ke depan.

“Kegiatan ini dilaksanakan secara bergelombang selama empat hari menyesuaikan jumlah peserta,” jelasnya.

Leo menegaskan, seluruh proses seleksi dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dan diawasi secara ketat guna mencegah adanya kecurangan.

“Seluruh proses berjalan transparan, mulai dari sistem soal hingga mekanisme pengerjaan yang disiapkan langsung oleh Mabes Polri, dan hasilnya bisa diketahui saat itu juga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil tes psikologi dapat langsung diketahui peserta setelah menyelesaikan ujian, sehingga meminimalisir potensi penyimpangan dalam proses penilaian.

Selain itu, peserta juga diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan cara tertentu.

“Jangan terpengaruh iming-iming kelulusan, karena semua ditentukan oleh kemampuan masing-masing peserta,” tegas Leo.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, panitia juga melakukan audit terhadap perangkat yang digunakan, termasuk komputer, serta melibatkan pengawasan berlapis dari internal dan eksternal.

“Pengawasan dilakukan oleh Propam, Itwasda, serta pengawas eksternal agar proses seleksi berjalan objektif dan akuntabel,” pungkasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button