Propam Polda Kalteng Kawal Ketat Seleksi Polri 2026, Pastikan Berjalan Sesuai Prinsip BETAH

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Tengah memastikan seluruh tahapan seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 berjalan sesuai prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH), Senin (27/4/2026).
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh pada setiap tahapan rekrutmen, baik untuk Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, maupun Tamtama yang saat ini tengah berlangsung di wilayah hukum Polda Kalteng.
Kabidpropam Polda Kalteng Kombes Pol Rudi Asriman mengatakan, pihaknya bersama pengawas internal dan eksternal terus melakukan pemantauan guna memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan.
“Kami dari Propam bersama pengawas lainnya terus melakukan pengawasan agar seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai SOP,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada hari ini tahapan yang tengah berlangsung adalah tes psikologi bagi calon Bintara Polri. Dalam pelaksanaannya, Propam menurunkan personel untuk melakukan pengawasan secara terbuka maupun tertutup.
“Kami menurunkan personel Paminal dan Provost yang melekat di setiap ruang ujian untuk memastikan tidak ada pelanggaran selama pelaksanaan tes,” tegasnya.
Selain melakukan pengawasan di dalam ruang ujian, Propam juga melakukan pemeriksaan terhadap peserta sebelum pelaksanaan tes dimulai guna memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa masuk.
“Kami melakukan pemeriksaan terhadap peserta dan mengingatkan agar mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan,” tambah Rudi.
Tak hanya itu, Propam juga turut mengawasi kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan dalam pelaksanaan tes, termasuk perangkat yang disiapkan panitia agar berjalan sesuai standar.
“Kami melekat dalam setiap tahapan, termasuk pengecekan peralatan, untuk menjamin proses seleksi berjalan transparan dan sesuai aturan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk pengawasan terbuka, Propam juga menyediakan saluran pengaduan melalui sistem Dumas Presisi berbasis QR Code yang dapat digunakan peserta untuk melaporkan indikasi kecurangan.
“Kami telah menyiapkan barcode pengaduan, sehingga jika ada indikasi pelanggaran bisa langsung dilaporkan dan akan segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Hingga saat ini, Propam Polda Kalteng memastikan belum menerima laporan terkait adanya kecurangan dalam proses seleksi.
“Sampai hari ini belum ada pengaduan, dan seluruh tahapan seleksi berjalan dengan baik,” pungkasnya. (oiq)



