Angka Pengangguran Membaik, Tapi Mayoritas Pekerja Kalteng Ternyata Buruh

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabar soal ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah membawa dua sisi berbeda. Di satu sisi, angka pengangguran menunjukkan penurunan. Namun di sisi lain, fakta mengejutkan muncul: mayoritas pekerja justru didominasi buruh dan karyawan.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 berada di angka 3,44 persen. Angka ini turun tipis 0,03 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Plt Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami, menjelaskan bahwa secara umum kondisi ketenagakerjaan masih relatif stabil. “TPT sebesar 3,44 persen berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar tiga hingga empat orang yang menganggur,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Namun jika ditelusuri lebih dalam, terdapat ketimpangan yang cukup mencolok. TPT laki-laki tercatat sebesar 3,38 persen, sementara perempuan lebih tinggi di angka 3,54 persen. Bahkan, pengangguran perempuan justru mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan menjadi 69,20 persen. Penurunan ini paling terasa pada kelompok perempuan yang turun cukup signifikan. “TPAK perempuan turun cukup dalam menjadi 50,89 persen, sementara laki-laki justru meningkat hingga 86,32 persen,” jelas Maria.
Di sisi lain, jumlah penduduk bekerja mencapai 1,45 juta orang atau bertambah sekitar 6,68 ribu orang. Meski demikian, kualitas pekerjaan masih menjadi sorotan karena banyak yang bekerja paruh waktu maupun setengah pengangguran.
Fakta paling mencolok, mayoritas pekerja di Kalteng didominasi buruh, karyawan, dan pegawai dengan persentase mencapai 45,07 persen. Sementara sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. “Sebagian besar penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan, dan pegawai. Namun proporsi pekerjaan formal juga mulai meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Dari sisi sektor, pertanian masih mendominasi dengan 35,32 persen, disusul perdagangan 13,29 persen dan pertambangan 10,08 persen. Bahkan, sektor pertambangan mencatat kenaikan signifikan yang menunjukkan ketergantungan ekonomi pada sektor tersebut.
Secara regional, Kalimantan Tengah tercatat memiliki tingkat pengangguran terendah di Kalimantan. Meski demikian, peningkatan kualitas tenaga kerja dan perluasan lapangan kerja dinilai menjadi kunci penting ke depan. “Ke depan, perbaikan kualitas tenaga kerja dan pembukaan lapangan kerja baru sangat penting agar kondisi ini terus membaik,” pungkasnya. (oiq)



