BeritaHukum Dan KriminalKALTENGNASIONALPalangka Raya

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Bukit Batu Palangka Raya Diperluas, Tim Gabungan Andalkan Drone Thermal

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Operasi pencarian terhadap seorang lansia bernama Endang Suarman (79) yang hilang di kawasan hutan Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, terus diperluas oleh tim gabungan, Rabu (6/5/2026) malam.

Pencarian yang memasuki fase krusial tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Palangka Raya, Emergency Response Palangka Raya (ERP), Relawan Putra Pahandut hingga masyarakat setempat yang memahami medan hutan.

Upaya pencarian pada malam hari dilakukan dengan pendekatan berbeda. Tim gabungan mengoptimalkan penggunaan teknologi drone thermal untuk mendeteksi suhu panas tubuh korban di tengah kondisi hutan yang lebat dan minim pencahayaan.

Pelaksana Basarnas Palangka Raya, Gerry mengatakan, penggunaan drone thermal dipilih untuk meminimalisir risiko terhadap personel yang melakukan pencarian di medan ekstrem pada malam hari.

“Kami mengerahkan drone thermal untuk menyisir radius sekitar 500 meter ke area dalam hutan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap personel karena kondisi medan cukup berbahaya jika dilakukan penyisiran manual saat malam,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Gerry, faktor keselamatan tim menjadi perhatian utama dalam operasi SAR tersebut, terlebih kondisi cuaca yang sempat memburuk turut mempengaruhi efektivitas pencarian di lapangan.

“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Namun kami tetap berupaya maksimal agar proses pencarian bisa berjalan efektif,” katanya.

Meski telah dilakukan penyisiran udara selama kurang lebih 30 menit di sejumlah titik yang dicurigai, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban dari hasil pemantauan sensor thermal.

“Untuk sementara sensor thermal belum mendeteksi adanya sumber panas yang mengarah pada keberadaan korban. Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk langkah pencarian selanjutnya,” ungkapnya.

Atas pertimbangan kondisi lapangan dan efektivitas pencarian, operasi malam hari akhirnya dihentikan sementara guna memulihkan stamina personel sebelum melanjutkan pencarian lanjutan pada keesokan harinya.

“Besok pagi pencarian akan kembali diperluas dengan kombinasi penyisiran jalur darat dan pemantauan udara agar seluruh area hutan bisa tercover maksimal,” pungkasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button