Benny Pakpahan: Anak Muda Harus Jadi Pelopor Keselamatan, Bukan Pelaku Balap Liar

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Fenomena balap liar yang terus terjadi di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya dalam beberapa bulan terakhir kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas kebut-kebutan yang mayoritas dilakukan pada malam hingga dini hari itu dinilai tidak hanya mengganggu ketertiban umum, namun juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
Beberapa titik jalan protokol seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan G. Obos, Jalan Dr. Murjani, Jalan Diponegoro, Jalan Adonis Samad hingga kawasan Jalan Yogyakarta disebut menjadi lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar oleh para remaja dan kelompok pengendara motor. Kondisi tersebut bahkan memicu banyak keluhan warga karena suara knalpot brong, aksi ugal-ugalan, hingga potensi kecelakaan fatal yang dapat terjadi kapan saja.
Benny menilai persoalan balap liar tidak bisa lagi dianggap sekadar kenakalan remaja biasa. Menurutnya, aksi tersebut sudah masuk kategori perilaku yang membahayakan keselamatan publik dan harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah maupun orang tua. “Balap liar ini bukan sekadar mencari hiburan atau adrenalin. Ini menyangkut nyawa manusia. Ketika jalan umum dijadikan arena balapan, maka semua pengguna jalan berada dalam risiko. Jangan sampai kita baru sadar setelah muncul korban jiwa,” tegas Benny.
Ia menambahkan, maraknya balap liar juga menunjukkan adanya persoalan sosial yang perlu disikapi secara serius. Banyak pelaku diketahui masih berusia muda dan belum memiliki kesadaran hukum maupun pemahaman tentang keselamatan berkendara. Dalam beberapa operasi penertiban yang dilakukan Satlantas Polresta Palangka Raya, aparat bahkan berhasil mengamankan ratusan sepeda motor yang diduga digunakan untuk aksi balap liar. Dalam salah satu operasi selama tiga hari, sebanyak 170 kendaraan berhasil diamankan dari sejumlah titik rawan di Kota Palangka Raya.
Menurut Benny, langkah penindakan memang penting dilakukan untuk memberikan efek jera. Namun di sisi lain, edukasi kepada generasi muda juga harus diperkuat agar persoalan ini tidak terus berulang. “Penegakan hukum harus berjalan, tetapi pembinaan juga wajib dilakukan. Anak-anak muda perlu diberikan ruang positif untuk menyalurkan hobi otomotif mereka secara benar dan legal. Kalau tidak, maka jalan raya akan terus dijadikan arena balapan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi tindak pidana lain yang kerap muncul di balik aksi balap liar, seperti perjudian, konsumsi minuman keras, penggunaan kendaraan tanpa surat lengkap hingga tindakan kriminal lainnya. Dugaan praktik taruhan dalam balap liar bahkan sempat menjadi perhatian aparat kepolisian di Palangka Raya. Dari sisi hukum, Benny menjelaskan bahwa pelaku balap liar dapat dijerat dengan berbagai ketentuan dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain membahayakan diri sendiri, pelaku juga dapat dikenakan sanksi apabila menyebabkan kecelakaan atau kerugian terhadap pengguna jalan lainnya.
“Jalan raya itu fasilitas umum, bukan sirkuit balap. Ketika seseorang dengan sengaja melakukan aksi berbahaya yang mengancam keselamatan orang lain, maka konsekuensi hukumnya jelas ada,” katanya. Ia pun mengapresiasi langkah aparat kepolisian dan pemerintah daerah yang terus melakukan patroli serta razia penertiban di sejumlah kawasan rawan balap liar. Pemerintah Kota Palangka Raya sendiri telah menyatakan bahwa persoalan balap liar menjadi perhatian serius karena dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, Benny mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, pengawasan lingkungan dan kepedulian sosial sangat penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam aktivitas negatif. “Peran keluarga sangat penting. Orang tua harus tahu anaknya keluar malam untuk apa, menggunakan kendaraan seperti apa, dan bergaul dengan siapa. Jangan sampai pembiaran kecil berujung pada tragedi besar,” tuturnya.
Ia juga meminta para remaja agar mulai memahami bahwa keberanian di jalan raya bukanlah bentuk prestasi. Keselamatan, kedisiplinan dan tanggung jawab justru menjadi ukuran kedewasaan yang sesungguhnya. “Kalau memang punya bakat otomotif atau balap, salurkan di tempat resmi dan aman. Jangan mempertaruhkan nyawa sendiri maupun orang lain hanya demi gengsi sesaat,” pesan Benny Pakpahan.
Fenomena balap liar sendiri hingga kini masih menjadi keluhan utama masyarakat di sejumlah wilayah Palangka Raya, terutama pada malam akhir pekan dan menjelang dini hari. Warga berharap patroli rutin dan penindakan tegas terus dilakukan agar situasi lalu lintas tetap aman, nyaman dan kondusif bagi seluruh pengguna jalan. (pra)



