BeritaNASIONALPENDIDIKAN

Tak Hanya Belajar, Layar Pintar Prabowo Jadi Alat Monitoring Kelas Real-Time dari Pusat

KALTENG.CO-Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan langkah besar dalam transformasi dunia pendidikan. Presiden merencanakan distribusi layar pintar (smart screen) ke seluruh sekolah di pelosok negeri guna menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang interaktif dan merata.

Program ambisius ini ditargetkan mulai berjalan secara bertahap tahun ini, dengan visi jangka panjang agar setiap ruang kelas di Indonesia memiliki fasilitas digital mutakhir.

Percepatan Distribusi: Target 4 Layar Pintar per Sekolah

Dalam dialognya dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat berkunjung ke Gorontalo, Sabtu (9/5), Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menambah jumlah perangkat digital di setiap satuan pendidikan.

Prabowo menanyakan langsung progres penerimaan bantuan ini kepada kepala daerah setempat. Beliau menekankan bahwa sekolah yang saat ini baru memiliki satu unit layar pintar akan segera mendapatkan tambahan unit baru.

“Mulai tahun ini tiap sekolah akan terima tiga lagi. Saya berharap akhir tahun ini tiap sekolah sudah ada empat ruang kelas yang ada layar yang disebut layar pintar. Karena dia memang pintar, kita bisa gunakan interaktif,” ujar Presiden Prabowo.

Solusi Pendidikan di Wilayah Terpencil

Salah satu alasan utama di balik program ini adalah untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau atau yang kekurangan tenaga pendidik.

Keberadaan layar pintar dianggap sebagai solusi strategis karena:

  • Bantuan Materi Real-Time: Guru di wilayah terpencil dapat mengakses silabus tambahan dan bahan ajar langsung dari pusat secara real-time.

  • Pemerataan Kurikulum: Memastikan standar materi pelajaran yang diterima siswa di kota besar sama dengan siswa di wilayah pelosok.

  • Pembelajaran Interaktif: Mengubah pola belajar konvensional menjadi lebih dinamis dan menarik bagi siswa melalui teknologi visual.

Pantau Kinerja Guru Langsung dari Jakarta

Selain sebagai media pembelajaran, teknologi ini memiliki fungsi pengawasan yang sangat krusial. Presiden menjelaskan bahwa sistem digital ini nantinya akan terintegrasi, sehingga pemerintah pusat dapat memantau aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung.

“Kita akan bisa monitor semua kelas di seluruh Indonesia dari Jakarta. Jadi kalau ada guru-guru yang tidak masuk, kita bisa lihat. Pendidikan sangat penting untuk anak-anak kita,” tegas Prabowo.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan tenaga pendidik sekaligus memastikan hak siswa untuk mendapatkan pengajaran terpenuhi dengan optimal.

Target Masa Depan: Digitalisasi Total Ruang Kelas

Pemerintah tidak berhenti pada target empat layar per sekolah tahun ini. Program ini direncanakan akan terus diperluas secara masif pada tahun depan.

Target akhirnya adalah digitalisasi total, di mana seluruh ruang kelas dari Sabang sampai Merauke akan dilengkapi dengan layar pintar. Dengan infrastruktur yang kuat, Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi yang melek teknologi dan siap bersaing di kancah global. (*/tur)

Related Articles

Back to top button