BeritaHukum Dan Kriminal

Jadikan Terminal Arena Balap, Sekelompok Pelajar Ditindak Satlantas

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Palangka Raya kembali melakukan penertiban terhadap aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Kali ini, sejumlah remaja yang didominasi kalangan pelajar terjaring razia saat melakukan aksi balapan liar di kawasan Terminal WA Gara, Jalan Mahir Mahar, Lingkar Luar Kota Palangka Raya, Kamis malam (21/5/2026).

Kegiatan penertiban dipimpin langsung Kasatlantas Polresta Palangka Raya, Hermanto bersama personel Satlantas. Polisi bergerak setelah menerima laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas balap liar yang kerap berlangsung pada malam hari di kawasan terminal tersebut.

https://kalteng.co

Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan tujuh unit kendaraan yang diduga digunakan untuk aksi balapan liar. Seluruh kendaraan kemudian dibawa petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut serta penindakan sesuai aturan lalu lintas yang berlaku. “Untuk penertiban balapan liar di halaman Kantor Terminal WA Gara, terjaring sebanyak tujuh kendaraan yang mana pelakunya didominasi pelajar,” ujar Kompol Hermanto, Jumat (22/5/2026).

Menurut Hermanto, aksi balap liar bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Apalagi lokasi yang digunakan berada di kawasan jalan lingkar yang sering dilintasi kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Balapan liar ini sangat berbahaya karena berpotensi memicu kecelakaan fatal. Kami tidak ingin ada korban jiwa akibat aktivitas yang merugikan seperti ini,” tegasnya. Ia mengatakan, patroli dan penertiban akan terus dilakukan secara rutin di sejumlah titik yang selama ini rawan dijadikan arena balap liar, khususnya pada malam hingga dini hari.

Selain penindakan, pihaknya juga akan melakukan pendekatan persuasif kepada para remaja dan orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka. “Kami akan terus meningkatkan patroli di titik rawan balap liar. Selain penindakan, kami juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat dan para pelajar agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balapan,” katanya lagi.

Hermanto menambahkan, mayoritas pelaku yang terjaring masih berstatus pelajar. Karena itu, pihaknya berharap adanya keterlibatan orang tua maupun pihak sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap para remaja agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang membahayakan tersebut. “Kami mengimbau kepada orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anaknya, terutama saat malam hari. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” pungkasnya. (oiq)

Related Articles

Back to top button