BeritaNASIONAL

Tak Pandang Bulu! Presiden Prabowo Gandeng BPKP dan PPATK Usut Korupsi di BGN

KALTENG.CO-Presiden Prabowo Subianto tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya setelah program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), diguncang isu korupsi.

Dalam sebuah acara nasional, Prabowo secara terbuka mengaku sedih sekaligus terpukul karena harus mencopot orang-orang dekat yang selama ini ia percayai untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah tegas ini diambil demi menjaga integritas program yang bersentuhan langsung dengan masa depan anak-anak Indonesia.

Kronologi Kekecewaan: Orang Kepercayaan Tersandung Kasus Hukum

Kasus dugaan korupsi ini menyeret tiga petinggi utama BGN yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka adalah:

  • Dadan Hindayana (Eks Kepala BGN)

  • Sony Sanjaya (Eks Wakil Kepala BGN)

  • Lodewyk Pusung (Eks Wakil Kepala BGN)

Dalam acara ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6), Presiden Prabowo mengungkapkan isi hatinya.

“Hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” ungkap Prabowo.

Meskipun enggan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan di Kejagung, Prabowo menegaskan bahwa keputusan mencopot ketiga pejabat tersebut adalah salah satu keputusan terberat dalam masa pemerintahannya.

Pesan Sang Ayah Jadi Kompas Moral Prabowo

Di tengah dilema dan rasa berat hati mengganti para anak buahnya, Prabowo mengaku teringat petuah bijak dari almarhum ayahandanya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Pesan tersebut menjadi kompas moral bagi sang Presiden dalam mengambil keputusan krusial.

“Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu!” kenang mantan Danjen Kopassus tersebut.

Pesan inilah yang memantapkan langkah Prabowo untuk mendepak siapa pun yang dinilai mencederai amanah rakyat, tanpa memandang kedekatan personal atau hubungan kerja yang telah terjalin lama.

Langkah Cepat Gandeng BPKP dan PPATK

Sebelum melakukan perombakan total di tubuh BGN, Presiden Prabowo bergerak cepat begitu mendengar adanya indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program MBG. Beliau langsung berkoordinasi dengan lembaga pengawas keuangan negara untuk melakukan penelusuran mendalam.

Secara transparan, Prabowo membeberkan langkah taktis yang diambilnya saat menerima laporan miring tersebut:

  • Memanggil Kepala BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk melakukan audit intensif.

  • Menggandeng PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) guna melacak aliran dana yang mencurigakan.

  • Berkoordinasi dengan Pejabat Terkait untuk mengamankan agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa kendala bagi masyarakat.

“Jadi saudara-saudara, waktu saya mendapat laporan-laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil berapa pejabat lain. Saya tanya: ‘Tolong, saya mendapat laporan tentang BGN’,” jelas Prabowo.

Bukti Nyata Komitmen Pemberantasan Korupsi Prabowo-Gibran

Langkah berani Presiden Prabowo dalam menindak tegas lingkaran utamanya dinilai banyak pihak sebagai bukti nyata—bukan sekadar retorika politik—dari komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi.

Meskipun diwarnai rasa sedih yang mendalam, ketegasan ini mengirimkan pesan kuat kepada seluruh jajaran kabinet dan kepala lembaga: tidak ada ruang bagi penyelewengan dana rakyat, terutama program yang menyangkut gizi dan masa depan generasi penerus bangsa. (*/tur)

Related Articles

Back to top button