
KALTENG.CO-Jalanan sempit Monte Carlo tidak hanya berfungsi sebagai salah satu sirkuit paling ikonik di kalender Formula 1. Bagi mayoritas grid pembalap saat ini, Monako adalah rumah.
Akhir pekan ini, daerah elite di pesisir Laut Mediterania tersebut akan menjadi saksi bisu perjuangan Kimi Antonelli yang datang menantang para rival langsung di “halaman rumah” mereka sendiri.
Antonelli, pembalap muda berbakat asal Bologna, Italia, tengah membidik kemenangan kelima berturut-turut musim ini. Jika berhasil finis terdepan di GP Monako, pemuda berusia 19 tahun ini akan mengukir sejarah sebagai pembalap kesepuluh dalam sejarah F1 yang mampu mencetak quint-trick (lima kemenangan beruntun).
Saat ini, Antonelli kokoh memimpin klasemen sementara F1 dengan keunggulan 43 poin dari rekan setimnya di Mercedes, George Russell. Dominasi Antonelli tercipta berkat sapu bersih podium pertama di Tiongkok, Jepang, Miami, dan Kanada. Sementara itu, Russell baru mengemas satu kemenangan di seri pembuka Australia.
Alasan Antonelli Justru Menjagokan Ferrari di Monte Carlo
Meski datang dengan modal tren positif, Antonelli enggan jemawa. Ia justru melabeli tim Kuda Jingkrak, Ferrari, sebagai favorit utama akhir pekan ini.
“Saya pikir Ferrari akan menjadi tim yang harus dikalahkan di Monako. Mereka jelas menjadi favorit karena sayap belakang yang mereka gunakan menghasilkan banyak downforce pada kecepatan rendah,” ujar Antonelli kepada Sky Sports F1.
Pernyataan sang pemuncak klasemen diamini oleh juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton. Pembalap veteran yang kini berseragam Ferrari tersebut menilai karakteristik sirkuit jalan raya ini akan sangat menguntungkan jet darat mereka.
Menurut Hamilton, Monako adalah satu-satunya trek di mana performa murni dan tenaga mesin bukan menjadi penentu utama. Karakteristik inilah yang dinilai mampu menutupi kelemahan mobil Ferrari musim ini, membuat mereka berpeluang besar tampil sangat kuat.
Regulasi Baru Jadi Berkah di Jalanan Sempit
Pembalap andalan tuan rumah, Charles Leclerc, menyoroti bagaimana regulasi teknis terbaru musim ini memberikan dampak positif yang sangat terasa di GP Monako. Sebagai pemenang balapan tahun lalu, Leclerc menilai mobil yang lebih ramping dan ringan adalah kunci utama menaklukkan Monte Carlo.
Bobot Lebih Ringan: “Sekarang kami memiliki mobil yang lebih ringan. Kami benar-benar bisa merasakannya dan untuk trek seperti Monako, hal ini jelas membawa keuntungan tersendiri,” tutur Leclerc yang baru saja mengamankan masa depannya di Ferrari hingga 2028.
Manajemen Baterai yang Ideal: Aturan baru yang mewajibkan porsi tenaga listrik sebesar 50 persen juga diprediksi sangat cocok dengan karakter Monako. Banyaknya tikungan lambat dan zona pengereman keras membuat baterai mobil dapat terisi ulang (recharge) secara instan.
Hal ini membuat pembalap dapat menguras daya mobil tanpa perlu khawatir kehabisan energi di tengah balapan. Menurut Leclerc, manajemen baterai tidak akan menjadi kendala besar karena melimpahnya peluang untuk regenerasi energi di setiap tikungan.
Daftar Pembalap F1 yang Menetap di Monako
Monako telah lama menjadi magnet bagi para bintang F1 karena menawarkan privasi tinggi, keamanan, serta kebijakan pajak yang longgar. Berikut adalah daftar driver aktif yang menjadikan Monako sebagai rumah mereka:
| Pembalap | Tim Saat Ini | Sejak / Keterangan |
| Charles Leclerc | Ferrari | Lahir & Besar di Monako |
| Lewis Hamilton | Ferrari | Menetap sejak 2012 |
| Max Verstappen | Red Bull | Menetap sejak 2015 |
| Lando Norris | McLaren | Menetap sejak 2022 |
| George Russell | Mercedes | Menetap sejak 2023 |
| Oscar Piastri | McLaren | Menetap sejak 2024 |
| Carlos Sainz | Williams | Menetap sejak 2024 |
| Alex Albon | Williams | Terkonfirmasi |
| Nico Hulkenberg | Audi | Terkonfirmasi |
| Oliver Bearman | Haas | Baru Pindah |
| Gabriel Bortoleto | Audi | Baru Pindah |
| Franco Colapinto | Alpine | Baru Pindah |
Dengan peta persaingan yang makin ketat ditambah regulasi baru yang ramah terhadap sirkuit jalan raya, GP Monako kali ini dipastikan menyajikan drama tingkat tinggi. Apakah Kimi Antonelli mampu merusak pesta para penghuni lokal dan mencetak sejarah baru, ataukah Ferrari yang memanfaatkan momentum teknis mereka? Kita tunggu pembuktiannya di lintasan. (*/tur)



