BeritaLife StyleMETROPOLIS

Rahasia Tetap Produktif! 8 Kebiasaan Sore Hari Biar Nggak Gampang Ngantuk dan Lelah

KALTENG.CO-Pernahkah Anda merasa energi mendadak drop, mata berat, dan fokus buyar di antara jam 2 sampai jam 4 sore?

Jika iya, Anda tidak sendirian. Fenomena yang populer dengan istilah afternoon slump ini sebenarnya adalah bagian yang sangat normal dari ritme sirkadian—alias jam biologis tubuh kita.

https://kalteng.co

Namun, pernahkah Anda memperhatikan rekan kerja atau teman yang justru tampak tetap segar, fokus, dan produktif di jam-jam rawan tersebut? Menariknya, rahasia mereka bukan sekadar menenggak kopi hitam lebih banyak. Menurut pendekatan psikologi dan biologi tubuh, orang-orang yang berhasil bebas dari afternoon slump ini menerapkan rutinitas cerdas yang selaras dengan cara kerja otak.

Merujuk pada ulasan psikologis dari Expert Editor, berikut adalah 8 rutinitas sore hari yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang antipunah di jam 3 sore. Yuk, kita bongkar rahasianya!

1. Menjauhi Kafein di Sore Hari

Bagi banyak orang, kopi adalah penyelamat saat kantuk menyerang. Namun, orang yang paham cara kerja tubuh justru melakukan hal sebaliknya: mereka berhenti minum kopi setelah lewat tengah hari.

Secara ilmiah, kafein yang dikonsumsi pada sore hari dapat mengacaukan kualitas tidur di malam hari. Akibatnya? Besok sorenya Anda akan merasa jauh lebih lelah. Ini adalah lingkaran setan. Sebagai gantinya, beralihlah ke air putih atau teh herbal rendah kafein.

2. Melakukan Strategic Break (Istirahat Pendek yang Terencana)

Bekerja terus-menerus tanpa jeda justru memeras energi otak hingga habis. Orang yang tetap segar di jam 3 sore biasanya menerapkan teknik istirahat strategis, seperti Teknik Pomodoro (bekerja 25 menit, istirahat 5 menit) atau sekadar menjauh dari layar komputer setiap 90 menit.

Catatan Penting: Istirahat di sini berarti benar-benar mengistirahatkan otak—bukan malah membuka media sosial yang justru menambah beban kognitif.

3. Mengonsumsi Cemilan Pintar (Smart Snacking)

Saat lelah, tubuh kita sering kali “berbohong” dengan mengirimkan sinyal ngidam makanan manis atau tinggi karbohidrat (seperti donat atau boba). Sayangnya, gula berlebih hanya akan memberikan lonjakan energi sesaat (sugar rush) sebelum akhirnya membuat Anda makin lemas (sugar crash).

Orang-orang yang produktif memilih camilan yang melepaskan energi secara perlahan (low glycemic indeks), seperti:

  • Kacang-kacangan (almond atau walnut)

  • Buah segar (apel atau beri)

  • Yogurt tanpa pemanis

4. Bergerak Aktif secara Fisik

Duduk diam di kursi yang sama selama berjam-jam adalah undangan terbuka bagi rasa kantuk. Ketika jam kritis tiba, cobalah untuk melakukan gerakan fisik ringan selama 5–10 menit.

Anda bisa berjalan kaki ke pantry, melakukan peregangan (stretching) di dekat meja kerja, atau memilih naik tangga ketimbang lift. Gerakan ini memicu pompa jantung untuk mengalirkan oksigen lebih banyak ke otak, sehingga fokus Anda kembali tajam.

5. Menghirup Udara Segar dan Mencari Sinar Matahari

Ritme sirkadian tubuh kita sangat dipengaruhi oleh cahaya. Duduk di dalam ruangan redup dengan paparan blue light dari laptop membuat tubuh mengira hari sudah malam dan mulai memproduksi melatonin (hormon tidur).

Untuk melawannya, keluarlah sejenak ke area terbuka yang terkena sinar matahari alami. Sinar matahari sore mengirimkan sinyal ke otak bahwa hari masih siang, sekaligus memberikan suntikan vitamin D yang meningkatkan mood.

6. Mengatur Ulang Prioritas Tugas (Time Blocking)

Secara psikologis, kapasitas mental kita menurun di sore hari. Orang yang bijak tidak akan memaksakan diri untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan kreativitas tinggi atau analisis mendalam di jam 3 sore.

Mereka membagi waktu kerja (time blocking) dengan menempatkan tugas berat di pagi hari, dan menyisakan sore hari untuk pekerjaan yang sifatnya administratif atau rutin, seperti:

  • Membalas email

  • Merapikan dokumen

  • Menyusun to-do list untuk hari esok

7. Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Sering kali, rasa lelah dan pusing di sore hari bukanlah tanda Anda kurang tidur, melainkan gejala dehidrasi ringan. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen. Pastikan Anda selalu menyediakan botol minum di meja kerja dan minum secara berkala sepanjang hari.

8. Mempraktikkan Mindfulness atau Napas Dalam

Stres yang menumpuk sejak pagi hari bisa menguras energi fisik secara drastis. Di jam-jam kritis, ambil waktu 2 hingga 3 menit untuk mempraktikkan mindful breathing (pernapasan dalam). Cukup tutup mata, hirup napas dalam-dalam melalui hidung, dan embuskan perlahan melalui mulut. Rutinitas sederhana ini efektif menurunkan hormon kortisol (stres) dan menyegarkan sistem saraf Anda.

Ringkasan: Perbandingan Kebiasaan

Kebiasaan yang Bikin Lemas ❌Kebiasaan yang Bikin Segar
Minum kopi bertubi-tubi di sore hariBerhenti minum kafein setelah makan siang
Makan camilan manis/tinggi gulaNgemil kacang-kacangan atau buah
Duduk seharian di depan layarJalan kaki ringan atau stretching
Memaksa kerja berat saat otak lelahMengerjakan tugas administratif ringan

Mengatasi afternoon slump bukan tentang bagaimana Anda melawan alarm alami tubuh, melainkan bagaimana Anda bekerja sama dengannya. Dengan mengubah rutinitas sore hari—mulai dari pilihan camilan, hidrasi, hingga manajemen tugas—Anda bisa mempertahankan energi dan fokus yang stabil sampai jam pulang kantor tiba.

Dari 8 kebiasaan di atas, mana yang ingin Anda coba terapkan mulai sore ini? (*/tur)

Related Articles

Back to top button