BeritaHukum Dan KriminalKASUS TIPIKORNASIONAL

Siap Seret Oknum Istana dan Politisi Senayan, Sony Sanjaya Ajukan JC Korupsi Makan Bergizi Gratis ke Kejagung

KALTENG.CO-Sengkarut dugaan korupsi dalam tata kelola anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru yang kian memanas.

Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kini tengah intensif mempelajari pengajuan justice collaborator (JC) yang dilayangkan oleh salah satu tersangka kunci, Sony Sanjaya.

https://kalteng.co

Langkah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ini diprediksi bakal menjadi efek domino. Pasalnya, melalui pengajuan status saksi pelaku yang bekerja sama ini, Sony tidak hanya sekadar mencari keringanan hukuman, melainkan juga telah menyerahkan daftar panjang berisi nama-nama besar yang diduga ikut mencicipi aliran dana haram tersebut.

Kejagung Rampungkan Pencocokan Alat Bukti

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, membenarkan bahwa surat permohonan resmi dari kubu Sony Sanjaya sudah berada di meja penyidik. Saat ini, tim penuntut dan penyidik tengah membedah dokumen yang diserahkan melalui penasihat hukum Sony, Krisna Murti.

”Sudah diterima suratnya dan sedang dipelajari (oleh penyidik),” ungkap Syarief kepada awak media.

Namun, Kejagung tidak mau gegabah. Status istimewa sebagai justice collaborator tidak diberikan secara cuma-cuma. Syarief menegaskan bahwa anak buahnya kini sedang mencocokkan setiap klaim dan nama yang disodorkan Sony dengan materi serta alat bukti yang telah dikumpulkan selama proses penyidikan bergulir.

  • Verifikasi Dokumen: Mempelajari kesaksian tertulis dalam draf JC.

  • Komparasi Bukti: Menyelaraskan pengakuan dengan bukti digital, transaksi keuangan, atau dokumen pengadaan.

  • Pengambilan Kesimpulan: Menilai apakah kesaksian Sony signifikan untuk membongkar aktor intelektual lain guna menentukan diterima atau ditolaknya JC tersebut.

Seret Oknum “Senayan” dan “Istana”: Lebih dari 20 Nama Masuk Radar

Di sisi lain, kubu Sony Sanjaya tampak sangat percaya diri untuk membuka borok di dalam proyek yang sebenarnya merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini. Pengacara Sony, Krisna Murti, menyebut kliennya siap membongkar praktik rasuah yang diduga dilakukan secara berjemaah.

Pernyataan Krisna cukup mengejutkan publik lantaran klaster terduga pelaku yang disebut-sebut ikut menikmati uang korupsi menjalar hingga ke lingkaran kekuasaan legislatif dan eksekutif.

”Klien saya, Pak Sonny, siap menjadi justice collaborator demi membongkar korupsi MBG. Dari pihak Senayan (DPR) dan Istana. Nama-nama itu sudah kami serahkan ke penyidik Kejagung, jadi tunggu saja,” beber Krisna Murti.

Krisna menambahkan, keputusan Sony untuk berbalik arah menjadi kooperatif semakin mantap setelah keduanya berdiskusi di Rumah Tahanan (Rutan) Kejagung. Sony mengklaim posisinya bukan untuk melarikan diri dari jerat hukum, melainkan untuk meluruskan tata kelola dan memastikan semua pihak yang terlibat ikut bertanggung jawab.

Menariknya, daftar nama yang diserahkan kabarnya baru menyentuh “permukaan”. Krisna membocorkan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 20 nama besar yang tercatat, dan jumlah tersebut diprediksi masih bisa bertambah seiring berjalannya pemeriksaan mendalam.

Menguji Komitmen Bersih-Bersih Program Unggulan

Kasus korupsi tata kelola anggaran Makan Bergizi Gratis ini memang menarik perhatian besar publik karena program ini menyangkut hajat hidup masyarakat luas serta anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Keberanian penyidik Kejagung untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya kini tengah diuji.

Hingga saat ini, korps adhyaksa telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara ini, yaitu:

  1. Sony Sanjaya (Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional)

  2. Dadan Hindayana

  3. Lodewyk Pusung

Kini bola panas berada di tangan penyidik JAM Pidsus Kejagung. Jika permohonan status JC Sony Sanjaya ini dikabulkan, hal tersebut diyakini akan menjadi pintu masuk utama bagi kejaksaan untuk melakukan pengembangan besar-besaran (perluasan penyidikan) dan menjaring tersangka-tersangka baru dari klaster elite politik maupun birokrat yang selama ini bersembunyi di balik layar. (*/tur)

Related Articles

Back to top button