DPRD Kalteng Minta Kabupaten dan Kota Aktif Kejar Program Revitalisasi Sekolah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Kalteng untuk menerapkan strategi jemput bola kepada pemerintah pusat guna memperbesar peluang memperoleh tambahan alokasi anggaran maupun kuota program revitalisasi sekolah.
Menurut Sugiyarto, upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan pengajuan data melalui sistem. Pemerintah daerah perlu aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan kementerian terkait agar kebutuhan pembangunan maupun perbaikan sekolah mendapat perhatian lebih besar.

“Pemerintah daerah harus membangun komunikasi dengan kementerian terkait untuk mengetahui sejauh mana realisasi program revitalisasi di wilayah masing-masing. Dengan begitu pelaksanaannya bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra itu menilai, langkah proaktif dari pemerintah daerah sangat penting untuk mempercepat tindak lanjut program revitalisasi sekolah. Selain memperkuat usulan yang telah tercantum dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), koordinasi langsung juga dinilai mampu membuka peluang bagi daerah untuk mendapatkan dukungan program lebih awal.
Ia menjelaskan, data sekolah yang memerlukan perbaikan pada dasarnya sudah tersedia dalam sistem Dapodik dan menjadi dasar pemerintah pusat dalam menentukan prioritas program. Namun demikian, pemerintah daerah tetap perlu melakukan pendekatan secara langsung agar proses realisasi bantuan dapat berjalan lebih optimal.
“Meski data sudah tersedia di Dapodik, pemerintah daerah tetap perlu melakukan pendekatan dan koordinasi secara langsung agar proses tindak lanjutnya bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Sugiyarto mengingatkan, apabila daerah hanya mengandalkan usulan melalui sistem tanpa komunikasi lanjutan, penanganan sekolah yang membutuhkan perbaikan berpotensi berjalan lebih lambat karena harus mengikuti antrean program dari pemerintah pusat.
Karena itu, ia menegaskan strategi jemput bola menjadi langkah yang perlu dilakukan pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan peluang memperoleh tambahan alokasi anggaran maupun kuota revitalisasi sekolah.
“Pendekatan langsung kepada pemerintah pusat menjadi salah satu cara memperbesar kesempatan daerah mendapatkan dukungan pembangunan sektor pendidikan,” tegasnya.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan III yang meliputi Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara itu menambahkan, keberhasilan pemerintah provinsi memperjuangkan program revitalisasi bagi 100 sekolah pada tahun 2026 menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat mampu memberikan hasil nyata.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat sangat penting. Kami berharap pemerintah kabupaten dan kota juga melakukan langkah serupa demi percepatan pembangunan pendidikan,” pungkasnya. (bam)



