Kasus Hanania Travel: Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa 5 Jam di Polda Metro Jaya

KALTENG.CO-Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang menjerat agensi Hanania Travel kini memasuki babak baru. Penyelidikan kasus ini mulai menyeret sejumlah figur publik ternama tanah air. Salah satunya adalah pasangan suami istri yang tengah menjadi sorotan, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid.
Untuk menguak sejauh mana keterlibatan mereka, pihak kepolisian memanggil Aaliyah dan Thariq guna dimintai keterangan secara mendalam. Pasangan ini terpantau menjalani proses pemeriksaan di hadapan tim penyidik selama lebih dari 5 jam pada Rabu (10/6/2026).

Di depan penyidik, Thariq dan Aaliyah bersikap kooperatif dengan membeberkan kronologi kontrak kerja sama promosi (endorsement) yang sempat terjalin antara mereka dan pihak Hanania Travel. Mereka menjelaskan bahwa kerja sama tersebut murni menggunakan sistem barter jasa, bukan kontrak berbayar.
Sebagai timbal balik atas promosi yang mereka lakukan di media sosial, Thariq, Aaliyah, beserta anak mereka diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis. Namun, fasilitas tersebut tidak berlaku bagi rombongan lain yang mereka bawa. Untuk 8 orang anggota keluarga atau tim lainnya, Thariq dan Aaliyah menegaskan bahwa mereka tetap melakukan pembayaran normal secara mandiri dengan total mencapai Rp180 juta.
“Saat mendapat panggilan dari pihak kepolisian, kami langsung memberikan respons cepat. Kami siap membantu apa pun, memberikan informasi apa pun yang bisa kami berikan untuk kelancaran kasus ini,” ungkap Thariq Halilintar saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (10/6/2026).
Mengaku Syok dan Tidak Menyangka
Pasangan ini mengaku sama sekali tidak menduga jika agen perjalanan yang pernah bekerja sama dengan mereka tersebut tersandung masalah hukum yang berat. Pasalnya, saat kesepakatan promosi itu dibuat, trek rekor Hanania Travel terlihat meyakinkan karena telah berhasil memberangkatkan banyak jemaah ke Arab Saudi tanpa kendala berarti.
Mendengar kabar bahwa ada banyak jemaah yang gagal berangkat akibat dugaan penggelapan dana, Thariq mengaku sangat terpukul dan menyatakan rasa empatinya yang mendalam.
“Yang jelas, kami berdua sangat bersimpati dan ikut prihatin yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban yang terkena dampak dari kasus ini,” tutur Thariq.
Aaliyah Massaid Sedih Bayangkan Perjuangan Para Korban
Rasa duka dan prihatin yang sama juga diutarakan oleh Aaliyah Massaid. Ia mengaku sangat sedih ketika membayangkan perjuangan para jemaah yang sebagian besar harus menyisihkan uang dan menabung selama bertahun-tahun demi bisa menginjakkan kaki di Baitullah, namun justru berakhir menjadi korban penipuan.
“Mereka itu menabung bertahun-tahun untuk bisa berangkat umrah, tapi ujung-ujungnya malah seperti ini. Kita sangat sedih dan prihatin banget. Kita juga punya orang tua, jadi tahu betul bagaimana pusingnya kalau uang yang sudah dikumpulkan dengan susah payah malah hilang,” papar Aaliyah emosional.
Berharap Kasus Diusut Tuntas dan Jadi Pelajaran Berharga
Menutup keterangannya, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid menaruh harapan besar agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas gurita kasus Hanania Travel hingga ke akar-akarnya. Langkah hukum yang tegas dinilai penting agar memberikan efek jera dan mencegah munculnya agen-agen travel umrah nakal lainnya di masa depan.
“Semoga kasus ini bisa segera dibuat terang benderang oleh pihak berwajib, dan ada solusi atau jalan keluar terbaik yang cepat bagi para korban. Intinya, kita semua doakan yang terbaik,” pungkas Thariq.
Bagi pasangan muda ini, terseretnya nama mereka dalam lingkaran kasus hukum agensi travel menjadi sebuah tamparan sekaligus pelajaran berharga.
Ke depannya, mereka berjanji akan jauh lebih selektif, ketat, dan berhati-hati dalam menerima tawaran kerja sama komersial, terutama yang menyangkut hajat hidup dan dana masyarakat luas. (*/tur)



