BeritaHukum Dan Kriminal

Satu Lagi, Terduga Penyerang Polisi di Katingan Diciduk, Polisi Kejar Pelaku Lain

KATINGAN, Kalteng.co – Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan kembali mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan, saat operasi penangkapan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Penangkapan pria berinisial R itu menjadi perkembangan terbaru dalam pengungkapan kasus penyerangan yang menewaskan anggota Polri ketika melaksanakan penindakan.

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, R berhasil diamankan tim gabungan di wilayah Kabupaten Katingan dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif.

“Inisial yang diamankan adalah R,” ujar Dodik saat dikonfirmasi Kalteng.co.

Ia mengatakan, penyidik masih mendalami peran R dalam peristiwa penyerangan tersebut. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengembangkan kasus dan mengungkap keterlibatan pihak lain.

“Masih dimintai keterangan dan masih dalam rangka pengembangan,” katanya.

Dodik menegaskan, tim gabungan Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan masih terus melakukan pengejaran terhadap sejumlah terduga pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

“Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” tegasnya.

Seperti diketahui, insiden berdarah itu terjadi saat personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kamis (2/7/2026) dini hari. Operasi tersebut berujung ricuh setelah petugas diduga diserang menggunakan senjata tajam.

Akibat kejadian itu, Aiptu Yudhi Perdana Putra tewas saat menjalankan tugas. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana sempat dilaporkan hilang yang akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan. Hingga kini, pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto masih terus dilakukan oleh tim gabungan. (oiq)

Related Articles

Back to top button