BeritaPENDIDIKANUNIVERSITAS PALANGKA RAYA

Di Tangan Prof Bhayu, Akreditasi FISIP UPR Unggul, Dua Studi Magister Baru Dibuka

Filosofi Huma Betang Landasan Prof Bayu Majukan UPR

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Dibawah kepemimpinan Prof Bhayu Rhama sebagai Dekan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) telah meraih akreditasi unggul.

Capaian yang telah diraih Prof Bhayu saat memimpin FISIP UPR ini, tentu menjadi bukti, kepemimpinannya tidak usah diragukan lagi, jika kelak ia dipercaya menjadi Rektor UPR selanjutnya. 

Tidak hanya seluruh program studi di FISIP telah meraih akreditasi unggul. Dibawah kepemimpinannya, kini, FISIP UPR juga berhasil membuka dua program studi magister baru, yakni Magister Kebijakan Publik dan Magister Ilmu Politik.

“Program studi tersebut baru dibuka tahun ini sehingga masih menjalani akreditasi awal. Untuk dapat mengajukan reakreditasi menuju unggul, harus menunggu sekitar dua tahun karena perlu memiliki lulusan terlebih dahulu,” katanya.

Bakal Calon Rektor 2026 ini menegaskan, bahwa peningkatan akreditasi program studi menjadi prioritas utama dalam upaya mewujudkan UPR meraih akreditasi unggul di tingkat universitas.

Menurutnya, capaian akreditasi unggul universitas hanya dapat diraih apabila sebagian besar program studi telah lebih dahulu memperoleh predikat unggul sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mewujudkan Universitas Palangka Raya menuju akreditasi unggul tentunya harus ditopang dari semua program studi. Ada persyaratan bahwa 50 persen program studi di universitas harus unggul terlebih dahulu. Oleh karena itu, proses akreditasi unggul di setiap program studi menjadi langkah yang utama,” ujar Bhayu saat diwawancarai usai penyampaian visi dan misi calon rektor.

Selain fokus pada peningkatan mutu akademik, Bhayu juga menegaskan pentingnya mengangkat filosofi Huma Betang sebagai landasan membangun tata kelola kampus yang kolaboratif dan inklusif.

Ia mengatakan konsep Huma Betang mengajarkan kebersamaan, saling menjaga, dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika dalam membawa UPR menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.

“Kita ingin semua pihak berkolaborasi sesuai filosofi Huma Betang. Kita bersama-sama untuk satu tujuan, saling menjaga. Harmonisasi inilah dalam konsep kearifan lokal yang kita miliki dan perlu kita angkat untuk mewujudkan Universitas Palangka Raya yang unggul dan berdaya saing global,” katanya.

Menjelang pemungutan suara pemilihan Rektor UPR tahap pertama, Bhayu mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal dan memilih beristirahat sebelum proses pemilihan berlangsung.

 “Persiapannya tidur saja, istirahat. Kita sudah melakukan yang maksimal. Besok tinggal menunggu proses pemungutan suara. Kita berharap visi dan misi yang telah kita sampaikan di setiap fakultas dapat memperoleh tempat di hati anggota senat,” tandasnya. (bam/aza)

 

Related Articles

Back to top button