Aksi Panggung The Virgin di GBK: Dari Lagu Pop-Rock Hits Hingga Dangdut yang Bikin Heboh

KALTENG.CO-Penampilan luar biasa dari band duo legendaris, The Virgin, menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian dalam gelaran LokaryaFest 2026. Festival yang berlangsung di Plaza Barat Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Sabtu (25/7/2026) tersebut mendadak riuh dan meriah saat Mita dan Dara naik ke atas panggung.
Sejak awal pertunjukan, duo pop-rock ini berhasil menghidupkan suasana dengan membawakan sederet lagu hits yang membakar semangat pengunjung. Antusiasme penonton pun kian membumbung tinggi sepanjang durasi penampilan mereka.
Ajang Nostalgia dan Kejutan Spesial “Gila Dangdut”
Naik ke atas panggung utama, The Virgin langsung memanjakan para penggemar dengan mengajak bernostalgia lewat tembang-tembang ikonis mereka, seperti Cinta Terlarang hingga Demi Nama Cinta. Ribuan penonton yang memadati area GBK tampak fasih menyanyikan setiap bait lagu bersama Mita dan Dara.
Namun, kejutan sesungguhnya baru hadir saat mendekati akhir penampilan mereka. Di luar dugaan, The Virgin membawakan lagu bergenre beda dari biasanya, yaitu Gila Dangdut.
Lagu tersebut merupakan karya spesial yang dirilis khusus untuk menandai 17 tahun perjalanan karier The Virgin di industri musik Tanah Air. Sontak, aransemen bernuansa dangdut itu disambut sorak sorai meriah dari para pengunjung yang langsung ikut bergoyang dan bernyanyi bersama secara spontan.
Dengan aksi panggung yang enerjik dan kekompakan yang tak perlu diragukan lagi, Mita dan Dara sukses membangun interaksi yang begitu hangat dan dekat dengan penonton.
Pro-Kontra Hingga Tantangan Cengkok Vokal
Ditemui usai tampil menghentak panggung LokaryaFest 2026, Mita menjelaskan bahwa keputusan mengeksplorasi musik dangdut merupakan bentuk selebrasi sekaligus eksperimen warna baru dalam perayaan ulang tahun ke-17 mereka. Ia menyadari bahwa langkah ini mendatangkan beragam respons dari para pendengar.
“Alhamdulillah responsnya bagus, tapi ada pro dan kontra juga. Karena mungkin orang mikirnya, ‘Ngapain sih The Virgin sudah oke di genre A, terus tiba-tiba berubah?’ Ini sebenarnya special event aja sih karena merayakan 17 tahun berkarya,” ujar Mita.
Di sisi lain, sang vokalis, Dara, mengungkapkan bahwa membawakan lagu bernuansa dangdut memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam mengolah vokal.
“Cengkoknya sih [yang paling menantang]. Karena kan dangdut itu ciri khasnya memang di cengkok-cengkoknya. Tapi kita meminimalisir, nggak yang cengkok banget karena kita kan bukan pure di dangdut. Yang penting terasa ‘ngena’ aja sedikit,” pukas Dara sembari tersenyum.
LokaryaFest 2026: Perpaduan Olahraga, Musik, dan UMKM
LokaryaFest 2026 sendiri mengusung tema besar “Kreatif, Lokal, Berdaya”. Festival ini menggabungkan berbagai aktivitas menarik mulai dari olahraga, hiburan panggung musik, hingga ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM lokal dalam satu area terpadu.
Konsep kolaboratif tersebut menuai apresiasi luas dari masyarakat hingga pejabat publik. Salah satu tokoh yang terlihat hadir menikmati acara adalah Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Cak Imin tampak membaur santai dengan kerumunan penonton, bahkan ikut bernyanyi saat The Virgin membawakan lagu-lagu andalannya. Ia mengapresiasi tinggi inisiatif gelaran acara yang mampu menghibur sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal tersebut.
“Yang penting senang dan happy ya. Acara seperti ini keren, sangat patut untuk dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang,” pungkas Cak Imin. (*/tur)



