NASIONAL
Seruan Akhir Tahun MUI, Penegakan Hukum dan Keteladanan Moral

JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan tausiyah atau seruan akhir tahun di Jakarta. Di dalam tausiyah yang dibacakan Sekjen MUI Amirysah Tambunan itu, MUI diantaranya menyinggung soal penegakan hukum yang adil dan rendahnya keteladanan moral pejabat public.
Amisyah mengatakan MUI meminta supaya penegakan hukum berjalan adik, konsekuen, dan konsisten. Menurutnya penegakan hukum seperti itu masih menjadi tantangan berat dalam kehidupan bernegara selama tahun ini.
’’Masyarakat masih kencang menyuarakan belum optimalnya kesetaraan perlakuan dalam penegakan hukum,’’ katanya, Kamis (24/12).
Untuk itu Dewan Pimpinan MUI mendorong supaya segera dilakukan reformasi mendasar terhadap seluruh institusi penegak hukum. Menurut dia penegakan hukum yang adil, konsekuen, dan konsisten merupakan syarat mutlak bagi sebuah bangsa yang maju.Selain itu MUI juga menyoroti rendahnya keteladanan moral dari para pejabat publik. Menurut dia rendahnya keteladanan moral itu masih menjadi sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Diantaranya tercermin dari kasus korupsi, asusila, serta penyalahgunaan narkoba.
’’Lemahnya sitem hukum yang ada, menjadikan tidak muncul efek jera di tengah masyarakat,’’ tuturnya. Sehingga kasus korupsi, asusila, dan penyalagunaan narkobi terus bermunculan.
Untuk itu Amirsyah mendorong supaya diberlakukan hukuman yang lebih berat kepada pejabat publik yang terlibat kasus korpusi, asusila, dan narkoba. Menurut dia prasyarat untuk menjadi bangsa yang maju, pejabat publiknya harus jujur, amanah, dan selalu majaga moralitasnya. (wan/jpg)




