PALANGKA RAYA, kalteng.co-2020 akan segera berakhir, tahun ini akan selalu diingat sebagai wabah virus mematikan Covid-19. Pandemi yang tidak direncakan kedatangannya tersebut telah mengubah sebagian besar aktivitas, perekonomian hingga program-program pemerintahan yang sudah terprogram pada 2019. Semuanya teralihkan dan fokus pada penanganan pandemi. Menyongsong tahun depan, pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan H Sugianto Sabran sudah merancang dan menyiapkan program untuk memulihkan pada kondisi normal. Tentu dengan
Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengakui, bahwa pandemi telah mengubah program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng. Lantaran, fokus pemerintah dialihkan pada penanganan pandemi Covid-19, bahkan berdasarkan instruksi Pemerintah Pusat harus melakukan recofusing anggaran dan realokasi kegiatan.
“Tentu di 2020 ini berkenaan dengan program yang kami rencanakan semula berubah total, karena kita fokus pada penanganan pandemi Covid-19,” katanya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (28/12).
Tetapi, berkenaan kegiatan yang harus dilaksanakan seperti pembangunan infrastruktur tetap dilaksananakan pada 2020 ini, seperti pembangunan multiyears Rp700 miliar yang harus selesai pada tahun depan, 2021. Memang, pandemi yang melanda Kalteng termasuk Indonesia hingga dunia telah berdampak pada banyak sektor termasuk perekonomian.
“Tahun 2020 ini inflasi Kalteng juga turun, tetapi kami berharap dengan adanya program strategis nasional yang ada di Kalteng mendorong kemajuan peningkatan perekonomian,” katanya.
Pada 2021 ini Kalteng juga mendapat kepercayaan oleh Pemerintah Pusat dengan menjadikan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional dan telah secara resmi telah ditandai dengan tanam perdana oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu pada wilayah pengelolaan program food estate. Harapannya, program strategis ini nantinya tidak hanya di dua kabupaten yakni Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) dan Kabupaten Kapuas saja.
“Tetapi juga akan berkembang di kabupaten lain, apabila itu jalan pada pada 2021 nanti akan ke daerah-daerah lain,” tegasnya.
Terlepas dari pandemi Covid-19 yang mengubah sebagian kehidupan masyarakat dan perekonomian, Pemprov Kalteng juga berupaya untuk memulihkan kembali perekonomian. Namun, fokus utama masih pada bidang kesehatan yakni penanganan pandemi Covid-19.
“Fokus kami 2021 utamanya tetap pada penanggulangan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” tegasnya.
Untuk pemulihan ekonomi, lanjutnya, khususnya untuk UMKM sudah diberikan stimulan kepada tiga ribu lebih UMKM se-Kalteng, masing-masing UMKM mendapatkan Rp1 juta. Harapannya tidak hanya berhenti di stimulan saja, tetapi para UMKM dapat memiliki akses terhadapa perbankan.
“Kita mengharapkan mereka (UMKM,red) memiliki akses ke perbankan, sehingga apabila usaha mereka butuh pendanaan bisa dibantu oleh perbankan,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur juga masih tetap menjadi perhatian khususnya daerah-daerah yang belum terakses, lantaran ada yang menjadi prioritas dalam pembangunan. “Daerah-daerah yang belum terbuka seperti daerah hulu, kami akan membuka akses membangun badan jalan terlebih dahulu,” tutupnya.
Pandemi Covid-19 pada 2020 tidak hanya berdampak pada bidang kesehatan, infrastruktur dan perekonomian saja, tetapi juga berdampak pada bidang pendidikan dan pariwisata di Bumi Tambun Bungai ini. Meskipun, bidang pendidikan pada 2020 ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Mofit Saptono Subagio menyebut sudah mendekati pada batas-batas yang dimandatkan, tetapi sedikt ataupun banyak pandemi Covid-19 ini menjadikan kegiatan dalam pendidikan terkoreksi.
“Yakni pada kegiatan-kegiatan yang dijadwalkan mengumpulkan orang banyak tidak dapat dijalankan secara optimal karena dibatasi oleh peraturan protokol kesehatan (prokes), sehingga banyak dilakukan secara virtual,” katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (28/12).
Namun, untuk pembangunan yang ditopang oleh dana DAK fisik, berdasarkan laporan yang diterima berjalan dengan baik dan sudah 100 persen dalam pelaksanaanya. Lantaran, untuk pembangunan diakuinya hampir tidak terkendala oleh pandemi Covid-19.
“Sedangkan pada 2021, dalam struktur APBD masih menyesuaikan pandemi Covid-19, artinya kegiatan yang dilaksanakan masih berdasar pada aturan adanya pandemi Covid-19,” ucapnya.
Namun, apabila pada 2021 Covid-19 sudah tidak ada dan kegiatan bisa dilaksanakan seperti semula, maka pihaknya akan melakukan revisi. Terutama, tambahnya, apabila ada implikasi terhadap penganggaran, maka akan melakukan pengajuan anggaran.
“Meskipun dari segi anggaran pelaksanaan secara virtual sangat efisien, tetapi kurang efektif,” tegasnya.
Terlepas dari pendidikan, sektor pariwisata juga terdampak oleh pandemi Covid-19. Aturan penerapan prokes salah satunya menjaga jarak menjadi dasar sempat ditutupnya beberapa sektor pariwisata di Kalteng. Tidak hanya itu, pembatasan mobilisasi orang juga berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Bumi Tambun Bungai ini.
“Pandemi ini memang berdampak terhadap sektor pariwisata, untuk data berapa penurunan akan dilaporkan akhir tahun ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kalteng Guntur Talajan.
Tentu saja, ada tantangan dan beberapa langkah yang harus dilakukan di 2021 ini yakni memulihkan pariwisata Kalteng. Meski, saat ini sektor pariwisata sudah mulai dibuka dan berjalan dengan mengacu pada aturan hanya boleh dibuka 30 hingga 50 persen saja dan pengawasan prokes dengan ketat.
“Untuk memulihkannya, pada 2021 nanti akan kami optimalkan kampanye dan promosi wisata Kalteng, kami akan melibatkan para duta wisata, organisasi wisata, media dan generasi milenial Kalteng,” tegasnya.
Namun, tetapi saja, mengingat pandemi Covid-19 ini belum berakhir maka setiap aktivitas dan kegiatan tetap mengedepankan prokes. (abw/ala)




