Petani Karet Pindah ke Sawit

PULANG PISAU, kalteng.co-Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pulang Pisau makin jadi primadona. Terlebih harga komoditi tersebut yang beberapa waktu terakhir terbilang bagus dan stabil.Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Pulang Pisau Tata Ali mengungkapkan, saat ini banyak pekebun karet yang pindah ke kebun sawit.
“Salah satu faktor penyebab adalah harga getah karet yang relatif murah. Sedangkan harga kelapa sawit terbilang stabil. Yakni kisaran Rp1.500 sampai Rp1.600 per kilogram,” kata Tata.Tata mengungkapkan, ada empat komiditi perkebunan andalan di Kabupaten Pulang Pisau.
Yakni kelapa sawit, karet, kelapa dan kopi. Dia mengungkapkan, berdasar data tahun 2019, luas lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Pulang Pisau seluas 4.800 hektare dan yang sudah produksi 2.100 hektare.Untuk perkebunan karet seluas 41 ribu hektare dan yang produksi sekitar 23 ribu lebih. Perkebunan kelapa seluas 5.400 hektare dan yang produksi 4.600 hektare. Sedangkan untuk kopi seluas 416 hektare dan yang produksi 233 hektare.
“Itu data tahun 2019. Untuk 2020, kami masih menunggu data dari kecamatan,” beber Tata.Dia menambahkan, untuk perkebunan kelapa 80 persen berada di Kecamatan Kahayan Kuala.
“Untuk produksi kelapa kebanyakan dijual dalam bentuk butiran. Kalau yang dalam bentuk kopra ada, namun tidak banyak.Tata mengungkapkan, untuk perkebunan kopi berada di Kecamatan Maliku dan Pandih Batu. Namun, lanjut dia, untuk tanaman kopi tidak dikhususkan sebagai tanaman utama.




