Kerusakan Jalan Simpang Amin Jaya-Rantau Pulut Disorot
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kerusakan jalan simpang Amin Jaya-Rantau Pulut disorot. Belum lama ini, unsur pimpinan serta seluruh anggota DPRD Kalteng melaksanakan reses perseorangan ke daerah pemilihannya masing-masing.
Momen komunikasi dua arah antara legislatif dengan masyarakat tersebut, di manfaatkan kalangan DPRD Kalteng untuk menyerap informasi serta aspirasi dari masyarakat yang di wakilinya.
Seperti di lakukan oleh anggota DPRD Kalteng dari Fraksi Partai NasDem Toga Hamonangan Nadeak, melaksanakan reses perseorangan ke beberapa desa yang ada di Kabupaten Kotim dan Seruyan.
Dikatakan Toga, setiap desa yang di kunjunginya rata-rata hampir menyampaikan usulan serta informasi yang serupa. Baik itu usulan pembangunan jaringan listrik, tempat ibadah, sekolah, pustu/puskesmas, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), jembatan dan lain sebagainya.
“Untuk menunjang aktivitas pertanian di wilayahnya, masyarakat juga mengusulkan bantuan dukungan pupuk, obat-obatan, bibit, alat/mesin pertanian, dan lainnya,”kata legislator yang membidangi Hukum, Pemerintahan dan Keuangan, Komisi I DPRD Kalteng ini kepada Kalteng.co, Kamis (9/9/2021).
Dari kesekian aspirasi, usulan, serta informasi yang di sampaikan oleh masyarakat, ada satu usulan menjadi fokus perhatian legislator muda ini, yaitu rusaknya jalan poros Amin Jaya – Rantau Pulut.
Banyak warga desa yang berlokasi di Kecamatan Seruyan Tengah mengeluhkan kerusakan jalan dari arah simpang Amin Jaya ke Kecamatan Rantau Pulut tersebut. Terlebih di saat kondisi hujan dengan intensitas tinggi, jalan tersebut semakin sulit untuk di lalui.
“Selain itu, disana juga terdapat satu daerah yang bernama Bukit Pentol. Menurut penuturan warga sekitar, jalur tersebut merupakan titik rawan dan sangat susah di lalui apabila memasuki musim penghujan seperti sekarang. Bahkan tidak sedikit pelintas menjadi korban saat melewati jalur tersebut,” bebernya.
Besar harapan warga jalur tersebut dapat secepatnya mendapat penanganan pemerintah melalui instansi/dinas terkait. Pasalnya, jalan poros tersebut termasuk jalan provinsi.
“Saya harap usulan warga ini bisa menjadi perhatian pemerintah. Jangan sampai korban semakin bertambah akibat melewati jalur tersebut, ini yang harus kita perhatikan bersama,” tutup Toga. (pra)




