Dikenal Sebagai Bahan Utama Jamu, Ini Khasiat Cabai Jawa bagi Kesehatan

Dalam percobaan tersebut, peningkatan terjadi karena naiknya aliran darah menuju organ kelamin tikus sehingga fungsi organ menjadi optimum. Selain itu, khasiat piperin sebagai antidepresan diduga bisa mengendalikan kegelisahan dan stres yang membuat hasrat seksual pun tidak terganggu.
Pemakaian cabai jawa secara turun-temurun sebagai stimulan bisa dikaitkan dengan kerjanya pada saraf otak. Pendapat itu sejalan dengan penemuan hasil penelitian peneliti Jepang pada kultur sel.
Pemberian ekstrak buah pada kultur sel yang sesuai ternyata merangsang aktivitas pertumbuhan neurit. Yaitu, tonjolan pada badan sel saraf otak yang berperan mengantarkan pesan dari otak ke bagian tubuh lain.
Makin tumbuh neurit, pengiriman pesan tersebut akan berlangsung lancar dan cepat. Itulah yang menyebabkan terjadinya peningkatan fungsi otak, termasuk fungsi kognitif. Zat yang diduga bekerja dalam hal ini adalah piperidone.
Antiobesitas
Menarik sekali informasi ilmiah karya peneliti Malaysia tentang manfaat cabai jawa sebagai antiobesitas. Pengalaman pemakaian tradisional tidak menginformasikan mengenai hal itu.
Hewan coba yang dibuat mengalami obesitas diberi ekstrak buah. Hasilnya memperlihatkan penurunan berat badan tanpa mengganggu jumlah makanan yang dikonsumsi. Hasil tersebut dibarengi dengan menurunnya kadar kolesterol, lemak baik dan lemak buruk, lipid total karena kerja ekstrak.
Ekstrak juga terbukti melindungi liver dari terjadinya fatty liver (liver yang tertutup lemak) pada pecandu alkohol dengan cara menurunkan penumpukan trigliserida liver. Data itu sejalan dengan penelitian lain yang memang menunjukkan peran ekstrak dalam memengaruhi ekspresi protein yang berperan dalam metabolisme lemak di liver dan otot. (*/tur)



