BeritaFAMILYHIBURANKESEHATANLife StyleMETROPOLIS

Mau Seperti Nikita Willy? Melahirkan dengan Metode Water Birth: Berikut Persiapan, Manfaat, dan Risikonya

  • Kehamilan tunggal (bukan kembar).
  • Usia kehamilan cukup bulan (antara 37-41 minggu).
  • Posisi bayi kepala di bawah.
  • Tidak memiliki komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, diabetes gestasional, atau infeksi.
  • Riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya yang normal (jika ada).

Risiko Water Birth

Meskipun water birth umumnya aman, ada beberapa potensi risiko yang perlu dipertimbangkan:

  • Infeksi: Meskipun jarang, ada risiko infeksi bagi ibu dan bayi jika peralatan atau air tidak bersih.
  • Tali Pusar Putus: Risiko tali pusar putus sebelum bayi lahir memang ada, tetapi sangat jarang terjadi jika proses persalinan dipantau dengan baik.
  • Kesulitan Memantau Kondisi Bayi: Memantau denyut jantung bayi mungkin sedikit lebih sulit saat di dalam air.
  • Aspirasi Air oleh Bayi: Risiko bayi menghirup air sangat kecil karena refleks bayi yang akan menahan napas saat berada di dalam air. Namun, penting untuk memastikan bayi segera diangkat ke permukaan setelah lahir.

Water birth dapat menjadi pilihan yang menarik bagi ibu yang menginginkan persalinan yang lebih alami dan nyaman. Namun, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik, berkonsultasi dengan tenaga medis profesional, dan memahami manfaat serta risikonya. Dengan persiapan yang matang, water birth dapat menjadi pengalaman persalinan yang positif dan berkesan. (*/tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button