BeritaFAMILYKESEHATANLife Style

Terapi Yoga Asana, Cara Mudah dan Murah Mengatasi Diabetes

KALTENG.CO-Bagi penderita diabetes yang sudah mencoba berbagai pengobatan, namun tak kunjung sembuh, boleh mencoba terapi Yoga Asana.

Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli obat diabetes, baik kimia maupun herbal, cukup secara rutin melakukan 8 pose Yoga Asana. Hasilnya, boleh dirasakan sendiri.

Diabetes masih menjadi momok bagi masyarakat. Penyakit ini tak hanya bisa diobati lewat medis, tetapi juga dapat disembuhkan melalui terapi yoga secara konsisten dan teratur.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Praktisi Yoga Gede Agus Jaya Negara mengatakan, terapi dengan Yoga Asana memang banyak dilakukan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satunya adalah diabetes.

Menurutnya, terapi dilaksanakan untuk mendukung pemulihan lewat pengobatan medis, sehingga benar-benar sembuh.

Terapi bisa dilakukan dengan meditasi penenangan. Asana ini sangat efektif untuk mengamati ritme pernapasan, terutama pada saat melakukan pernapasan diafragma (perut).

Karena posisi telungkup dalam sikap Makara Asana membuat posisi perut menempel di matras, sehingga memudahkan untuk melakukan pernapasan diafragma.

Lakukan pernapasan ini yang dalam dan halus perlahan, sambil membayangkan suatu tempat yang sejuk dan tenang, seperti taman atau pinggiran sungai yang indah.

Kondisi ini dapat membuat pikiran menjadi tenang dan seluruh sistem saraf terkendali. “Lakukan meditasi ini selama 10-15 menit sebelum memulai asanas therapy,” ujar akademisi Prodi Penerangan STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini.

Langkah selanjutnya adalah Suptha Baddha Konasana. Pose yang dilakukan dengan posisi terlentang (Supta) dengan menekuk kedua lutut, masing-masing ke samping kiri dan kanan. Sehingga kedua telapak kaki dapat saling menempel serta tumit menyentuh pangkal paha.

Pemakaian bantal guling atau kain dapat membuat tubuh lebih rileks. Karena guling dapat mengangkat dada dan secara otomatis meningkatkan kinerja paru-paru, serta memberikan stimulus berupa pijatan ringan pada jantung yang membantu masalah penyumbatan saluran arteri.

“Guling dapat ditempatkan di bawah di sepanjang kepala, tulang punggung sampai tulang ekor. Posisi bahu, tubuh dan tangan rileks dengan telapak tangan menghadap ke atas. Apabila posisi telah dirasakan nyaman, mata dapat dipejamkan, tahan pose ini selama 5 menit,” sarannya.

Kemudian pose Janu Sirsana. Pose ini dimulai dengan posisi duduk Dandasana dengan posisi punggung tegak, kaki lurus ke depan, dengan salah satu kaki yang kemudian ditekuk hingga telapak kaki menyentuh pangkal paha pada kaki lainnya.

Pose ini berguna untuk menentramkan sistem metabolisme tubuh. Kerusakan pada sistem saraf ini merupakan masalah signifikan penderita diabetes.

Ada juga pose Bharadvajasana. Ini dilakukan dalam posisi duduk tegak dengan menekuk kedua lutut ke samping kiri tubuh. Putar tubuh ke arah kanan (berlawanan) secara perlahan dan letakkan tangan kiri pada lutut kanan, sehingga tubuh dapat memutar lebih jauh.

“Gerakan ini dapat dilakukan selama 10-15 detik dan dilanjutkan untuk sisi sebelahnya. Gerakan ini berguna untuk menstimulasi sistem saraf pusat yang banyak mengalami masalah saat diabetes menyerang,” jelas Agus Jaya.

Gerakan selanjutnya yaitu Marichiyasana dilakukan dalam posisi duduk tegak dengan kaki kanan ditekuk, sehingga telapak kaki menyentuh lantai dan tumit menyentuh bagian atas paha belakang, sedangkan kaki kiri tetap dalam posisi lurus.

Selanjutnya badan diputar ke samping kanan dengan telapak tangan kiri mengikuti badan dan menyentuh lantai, tangan kanan ditekuk sehingga siku menekan pada lutut.

“Posisi ini dapat ditahan selama 20-30 detik dengan napas normal, penderita dapat mengulangi pada sisi lainnya. Gerakan sekaligus peregangan ini dapat meningkatkan energi tubuh dan akan menstimulasi sistem saraf organ pencernaan yang berguna bagi penderita diabetes,” ungkapnya.

Viparita Dandasana diartikan sebagai posisi terbalik (viparita) dengan kaki lurus. Penderita dapat melakukan secara langsung atau menggunakan alat bantu berupa kursi.

Kedua kaki dimasukkan ke dalam lubang kursi dan turunkan badan perlahan dengan punggung menyentuh bantalan kursi. Puncak kepala mengarah pada lantai, dan ditopang dengan menggunakan bantal/ guling yang diletakkan di bawah.

Kedua kaki lurus atau dipanjangkan sejauh mungkin dengan tumit menyentuh lantai. Posisi tangan dapat menyentuh kaki kursi. Pose ini dapat dilakukan selama 1 menit. Pelengkungan tulang punggung ke belakang ini dapat menyehatkan ginjal dan menstabilkan kerja kelenjar adrenalin, sehingga memberi efek menenangkan pada tubuh.

Adho Mukha Svanasana atau posisi anjing menghadap ke bawah dimulai dengan kedua telapak tangan dan tumit menyentuh lantai dalam posisi sejajar. Selanjutnya tubuh diangkat ke atas secara perlahan dengan kedua tangan dan kaki tetap lurus, wajah menghadap ke bawah.

Gerakan ini membentuk sebuah segitiga, sehingga seringkali dinamakan pose gunung. Untuk penderita diabetes, pose ini dapat dilakukan selama 5 menit. Hal ini sangat membantu para penderita diabetes yang seringkali merasa serba salah dengan mood tubuhnya

Adho Mukha Virasana atau yang disebut pula dengan pose pahlawan (vira) menghadap ke bawah dilakukan dengan duduk bersimpuh dengan meletakkan guling di antara kedua lutut.

Kedua tangan lurus ke depan, badan dalam posisi nyaman dan napas diatur agar berjalan lancar. Merilekskan tubuh dalam posisi ini selama 5 menit dapat memberi rasa tenang dan nyaman.

Terakhir adalah Savasana. Pose ini mirip seperti orang tidur. Sehingga disebut pula pose relaksasi, karena gerakannya hanya tidur telentang. “Gerakan mendukung proses metabolisme sekaligus juga memberikan peregangan bagi jantung. Pose relaksasi ini dapat dilakukan selama 10 menit,” kata Agus Jaya.(*/tur)

Related Articles

Back to top button