Magical Crocodile: Metafora Sungai, Budaya Dayak dan Banjar dalam Karya Seniman Muda Rizka Azizah Hayati

Eksplorasi Identitas dan Sejarah
Melalui karya-karyanya, Rizka tidak hanya mengeksplorasi mitos dan legenda tentang buaya, tetapi juga menggali lebih dalam tentang identitas dan sejarahnya sebagai orang Banjar. Karya seperti “Rumahku, Rumahmu, Rumah Kita di Dalam Rumah-Rumah” yang menampilkan tengkorak buaya dengan tubuh berupa belulang ular, menjadi refleksi dari perubahan zaman dan pergeseran nilai-nilai budaya.
Penggunaan bahan-bahan lokal seperti kayu lapuk, kain bekas, dan mukena dalam karya-karyanya juga menunjukkan upaya Rizka untuk menghubungkan karya seninya dengan akar budaya. Dengan menggunakan bahan-bahan yang sarat dengan sejarah dan makna, Rizka berhasil menciptakan karya-karya yang otentik dan penuh emosi.
Perpaduan Budaya Timur dan Barat
Meskipun akar budaya Rizka kuat tertanam di tanah Kalimantan, namun dalam karya-karyanya juga terlihat pengaruh seni kontemporer. Rizka berhasil memadukan elemen-elemen budaya Timur dan Barat, menciptakan karya yang universal namun tetap memiliki karakteristik yang khas.
Melalui pameran “Manusia Sungai”, Rizka mengajak kita untuk merenungkan hubungan antara manusia dan alam, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Karya-karyanya menjadi sebuah pengingat bahwa kita adalah bagian dari alam semesta dan harus hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya. (*/tur)



