AKHIR PEKANBeritaKESEHATANMETROPOLIS

Mau Terbebas Diabetes hingga Tua? Hindari Pola Hidup Asal Ngunyah

KALTENG.CO– Saat masih muda, jarang sekali orang terpikir untuk memilah-milah makanan yang dikonsumsi. Biasanya semua makanan yang dianggap enak akan disantap ludes, terutama makanan yang bercita rasa manis.

Padahal, dalam jangka panjang pola hidup asal ngunyah saat masih muda, dapat berdampak serius terhadap kesehatan di masa tua kelak.

Kesehatan seseorang di masa tuanya, tergantung dengan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya saat masih muda.

Diabetes melitus adalah suatu kondisi di mana kadar gula seseorang melebihi batas normal. Makanan manis dan lemak menjadi salah satu pemicunya. Seseorang disarankan agar lebih bijaksana dalam memilih asupan makanan, terutama makanan manis.

Dokter Spesialis Gizi Klinis di Siloam Hospitals TB Simatupang, yaitu dr. Christopher Andrian, M. Gizi, Sp. GK, menilai saat ini individu asal memilih makanan atau ‘asal ngunyah’ tanpa mempertimbangkan batasan kandungan gulanya.

Dalam diskusi Bincang Sehat dengan topik “Hobi Ngunyah, Cita-Cita Sehat, Emang Bisa?” diungkapkan batasan gula harian yang boleh dikonsumsi seseorang.

“Sebagai contoh, konsumsi gula idealnya hanya 50 gram per hari, kira-kira 1 sendok makan,” katanya dalam Live Instagram baru-baru ini.

Menurutnya, manusia tak akan terlepas dari makanan sumber karbohidrat dan lemak. Akan tetapi jika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan, dampaknya akan menetap dalam diri secara jangka panjang. Pada akhirnya, kendali sepenuhnya tetap ada dalam diri kita.

“Gula termasuk dalam golongan karbohidrat, konsumsi berlebih dengan gaya hidup tidak sehat akan meningkatkan kadar trigliserida yang umumnya berbanding lurus dengan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. Karbohidrat yang tersimpan dan menumpuk akan menjadi lemak dalam tubuh, sehingga kita perlu kendali atas makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi,” jelasnya.

Bagaimana dengan gula dalam buah?

Menurutnya konsumsi gula buah yang berlebihan (fruktosa) juga dapat menyebabkan asam urat. Dalam memenuhi prinsip nutrisi yang seimbang bagi tubuh, asupan apapun yang berlebih atau juga terlalu rendah sangat tidak direkomendasikan.

“Risiko penyakit yang ditimbulkan akibat asal ngunyah dapat menimpa siapapun. Penyakit diabetes militus, hipertensi, hingga obesitas menjadi efek samping jika kita mengonsumsi makanan dan minuman yang berlebihan. Maka dari itu, cegah sebelum terlambat,” jelasnya.

Contoh lainnya, makanan pedas. Menurutnya makanan pedas memang akan meningkatkan nafsu makan, namun apabila berlebihan makan, itu akan mengganggu lambung bahkan saluran pencernaan.

Untuk saat ini belum ada rekomendasi batas konsumsi cabai atau makanan pedas untuk manusia setiap harinya.

“Selain itu, konsumsi natrium atau garam pun dianjurkan hanya satu sendok teh per hari,” kata dr. Christopher.

Bagaimana Cara Mencegahnya

1. Takaran Makanan ‘Piring Sehatku’

Dalam satu piring makanan hendaknya setengahnya (50 persen) mengandung buah dan sayur, seperempat (25 persen) protein, dilengkapi dengan seperempat (25 persen) karbohidrat kompleks yang terkandung dalam nasi, kentang, ubi , atau singkong.

Dan juga hindari pengolahan makan dengan menggunakan lemak secara berlebihan. Hal ini bertujuan demi mendapatkan gizi yang seimbang bagi tubuh.

2. Rutin Berolahraga

Olahraga secara teratur juga dapat menunjang tubuh lebih bugar dan hidup sehat.

3. Medical Check-Up

Medical check-up berkala merupakan salah satu cara pengawasan yang bisa kita lakukan untuk melihat kondisi tubuh dan mengontrol konsumsi makanan atau minuman tertentu.

4. Konsultasi

Untuk menelaah dan mendapatkan pengetahuan lebih lanjut mengenai keseimbangan gizi atau Wellness Center untul mengetahui indeks massa tubuh melalui Body Composition Monitor yang dapat me gukur komposisi tubuh pasien. Sehingga seseorang menjaga keseimbangan asupan makanan, mengukur kadar air dan lemak dalam tubuh. (*/tur)

Related Articles

Back to top button