
KALTENG.CO-Duel klasik sarat gengsi antara Persis Solo menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 dipastikan akan berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu.
Panitia Pelaksana (Panpel) Persis Solo secara resmi telah merilis larangan kedatangan Bonek Mania dalam laga yang dijadwalkan merumput di Stadion Manahan, Sabtu (9/5/2026).
Keputusan krusial ini tertuang dalam surat resmi bernomor 0112/SH/PSS/V/2026. Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan akumulasi dari sanksi disiplin dan kendala teknis terkait kapasitas stadion.
Mengapa Tribune Manahan Tertutup untuk Bonek?
Ada dua faktor utama yang mendasari keputusan pahit bagi pendukung setia Green Force ini:
Sanksi Komdis & Penutupan Tribune: Persis Solo saat ini tengah menjalani hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) yang mengharuskan penutupan beberapa sektor tribun. Hal ini menyebabkan kapasitas Stadion Manahan menyusut drastis.
Regulasi Kompetisi: Berdasarkan aturan BRI Super League yang masih berlaku, suporter tim tamu memang dilarang melakukan away days guna menjaga kondusivitas kompetisi.
“Kapasitas stadion menjadi sangat terbatas akibat sanksi Komdis yang menutup beberapa sektor tribun kami,” tulis manajemen Laskar Sambernyawa dalam keterangan resminya.
Prosedur Keamanan Ketat: Identitas Penonton Akan Diperiksa
Guna memastikan regulasi ini berjalan efektif, Panpel Persis Solo telah berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk melakukan filterisasi ketat di ring luar hingga pintu masuk stadion.
Pemeriksaan Identitas: Setiap penonton wajib menunjukkan kartu identitas.
Deteksi Atribut: Suporter yang terindikasi menggunakan atribut tim tamu atau menunjukkan gelagat tidak kooperatif akan langsung ditolak masuk.
Tindakan Tegas: Penonton yang berhasil lolos namun kemudian terdeteksi sebagai suporter tamu di dalam tribun akan langsung dikeluarkan dari area stadion demi keamanan bersama.
Langkah preventif ini diambil untuk menghindari potensi gesekan serta mencegah sanksi administratif yang lebih berat bagi kedua klub jika terjadi pelanggaran regulasi.
Kondisi Tim: Persebaya yang “On Fire” vs Persis yang Terluka
Ironisnya, larangan ini muncul saat Persebaya Surabaya sedang berada dalam performa terbaiknya. Bruno Moreira dan kolega datang ke Solo dengan modal yang sangat mengerikan.
Statistik Mentereng Persebaya:
3 Kemenangan Beruntun: Menyapu bersih poin di tiga laga terakhir.
Produktivitas Gol: Mencetak 10 gol hanya dalam tiga pertandingan.
Tembok Kokoh: Mencatatkan clean sheet (tidak kebobolan) melawan Malut United (2-0), Arema FC (4-0), dan PSBS Biak (4-0).
Rapuhnya Pertahanan Persis Solo:
Berbanding terbalik dengan sang tamu, Persis Solo justru sedang limbung. Kekalahan telak 5-2 dari Malut United di pekan sebelumnya menjadi sinyal bahaya. Lini belakang Laskar Sambernyawa terlihat rapuh dan mudah ditembus melalui skema serangan cepat.
Dampak Absennya Suporter bagi Mental Pemain
Pertandingan pekan ke-32 ini sejatinya sangat menentukan posisi kedua tim di klasemen akhir Super League 2025/2026. Bagi Persebaya, kemenangan akan mengokohkan mereka di papan atas. Bagi Persis Solo, poin penuh adalah harga mati untuk mengembalikan kepercayaan diri publik Solo.
Absennya Bonek tentu akan merubah atmosfer pertandingan. Namun, bagi Persebaya yang sedang dalam tren positif, ujian sesungguhnya adalah membuktikan bahwa mereka tetap bisa tampil “Gacor” meski tanpa nyanyian langsung dari para pendukungnya di tribun.
Manajemen kedua tim pun mengimbau agar para pendukung tetap bijak dengan menyaksikan pertandingan dari rumah atau menggelar acara nonton bareng (nobar) di wilayah masing-masing guna menghindari risiko yang merugikan klub tercinta. (*/tur)



