Sejarah Pesta Pembaptisan Tuhan: Mengapa Dipisah dari Hari Raya Epifani?
KALTENG.CO-Pada Minggu, 11 Januari 2026, umat Katolik di seluruh dunia merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Perayaan ini bukan sekadar peringatan rutin, melainkan sebuah titik balik penting dalam kalender liturgi yang menandai berakhirnya Masa Natal dan dimulainya Masa Biasa.
Melalui peristiwa pembaptisan di Sungai Yordan, gereja mengajak umat untuk merenungkan kembali identitas Yesus sebagai Anak Allah dan misi kasih-Nya bagi dunia.
Sejarah Singkat Perayaan
Tahukah Anda bahwa pada masa awal gereja, Pesta Pembaptisan Tuhan tidak dirayakan secara terpisah? Awalnya, peristiwa ini diselebrasikan bersamaan dengan Hari Raya Epifani.
Dalam tradisi tersebut, gereja mengenang tiga peristiwa besar sekaligus: kedatangan Tiga Majus, pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, dan mukjizat pertama di pernikahan Kana. Namun, seiring perkembangan liturgi, gereja menetapkan hari khusus untuk merayakan pembaptisan ini guna mendalami maknanya secara lebih spesifik.
Renungan Alkitab: Menjadi Terang bagi Bangsa-Bangsa
Dalam ibadah rutin mingguan kali ini, Gereja Katolik menyajikan tiga bacaan utama dari Alkitab yang saling berkaitan untuk menjadi bahan perenungan umat.
1. Hamba yang Berkenan (Yesaya 42:1-4, 6-7)
Bacaan pertama dari Kitab Yesaya menggambarkan sosok “Hamba Tuhan” yang penuh kelembutan. Ia digambarkan sebagai pribadi yang tidak mematahkan buluh yang terkulai dan tidak memadamkan sumbu yang pudar.
- Pesan Utama: Tuhan memanggil kita untuk menjadi terang bagi sesama dan membawa pembebasan bagi mereka yang “terbelenggu” dalam kegelapan.
2. Allah Tidak Membeda-bedakan (Kisah Para Rasul 10:34-38)
Melalui kesaksian Petrus, kita diingatkan bahwa keselamatan bersifat universal.
- Pesan Utama: Yesus diurapi dengan Roh Kudus untuk berkeliling berbuat baik. Ini menjadi teladan bagi umat Kristiani bahwa iman harus diwujudkan dalam aksi nyata menolong sesama tanpa memandang latar belakang.
3. Pernyataan Ilahi di Sungai Yordan (Matius 3:13-17)
Inilah inti dari perayaan hari ini. Meski Yesus tidak berdosa, Ia merendahkan diri untuk dibaptis oleh Yohanes guna menggenapi kehendak Allah.
- Peristiwa Agung: Saat Yesus keluar dari air, langit terbuka dan Roh Allah turun seperti burung merpati. Suara dari surga bergema: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Makna Pembaptisan bagi Umat Modern
Pesta Pembaptisan Tuhan adalah momen refleksi atas baptisan kita sendiri. Berikut adalah poin-poin penting yang bisa kita petik:
- Identitas sebagai Anak Allah: Melalui baptis, kita diangkat menjadi bagian dari keluarga Allah.
- Panggilan Melayani: Seperti Yesus yang memulai misi-Nya setelah dibaptis, kita pun dipanggil untuk menghidupi iman dalam kehidupan sehari-hari.
- Ketaatan pada Kehendak Bapa: Kerendahan hati Yesus saat meminta dibaptis oleh Yohanes mengajarkan kita untuk selalu taat pada rencana Tuhan, meski terkadang sulit dipahami.
Perayaan Pesta Pembaptisan Tuhan pada Minggu, 11 Januari ini adalah undangan bagi kita semua untuk “keluar dari air” dengan semangat baru.
Mari kita teladani Yesus yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik, membawa damai, dan menjadi terang bagi lingkungan sekitar kita. (*/tur)




