ALL SPORTBeritaNASIONALSport

Gagal Kalahkan Arema di GBT, Isu Pemecatan Eduardo Perez Memicu Reaksi Emosional Bonek

KALTENG.CO-Hasil imbang 1-1 antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu sore, mendadak menjadi sorotan kedua setelah munculnya kabar yang jauh lebih menghebohkan.

Beberapa jam setelah peluit panjang, rumor pemecatan pelatih kepala Eduardo Perez langsung merebak cepat, menguasai lini masa (timeline) suporter setia, Bonek.

Tekanan besar yang selama ini mengarah pada pelatih asal Spanyol tersebut tampaknya mencapai puncaknya setelah Derby Jatim yang penuh drama ini.

⚔️ Drama Intens Derby Jatim Berakhir Imbang 1-1

Laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 ini berjalan intens. Persebaya Surabaya sempat tampil agresif di babak kedua dengan sejumlah peluang. Namun, sebuah malapetaka datang pada menit ke-63 ketika Dime Dimov salah mengantisipasi bola, menghasilkan gol bunuh diri yang membuat Arema FC unggul 0-1.

Situasi berbalik dua menit kemudian. Wasit memberikan kartu kuning kedua untuk Matheus Blade, memaksa Arema bermain dengan 10 pemain.

Eduardo Perez langsung merespons dengan memasukkan Rizky Dwi untuk meningkatkan serangan. Perubahan ini berbuah manis pada menit ke-73, saat Bruno Moreira berhasil memanfaatkan umpan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Meskipun Persebaya terus menekan dengan serangan bergelombang hingga menit akhir—termasuk kemelut di depan gawang pada menit ke-89—skor imbang 1-1 bertahan hingga usai. Hasil ini membuat Bajul Ijo tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 16 poin.

🔥 Rumor Pemecatan Meledak, Bonek Bereaksi Keras

Tak lama setelah pertandingan usai, kabar mengejutkan diunggah pertama kali oleh akun penggemar dan langsung menjalar luas.

Akun fanbase @onlinepersebaya menulis:

“BREAKING… Hanya mampu meraih hasil imbang melawan Arema FC, Eduardo Perez kabarnya dipecat dari kursi kepelatihan Persebaya Surabaya.”

Informasi yang diakui bersumber dari @gosballfc ini langsung memicu ledakan emosi di kalangan Bonek. Tekanan publik terhadap Eduardo Perez—yang dinilai gagal membawa Persebaya bermain sesuai identitas agresif tim—akhirnya terekspresikan.

Beragam Reaksi Emosional dari Suporter:

  • Rasa Lega: Beberapa Bonek melampiaskan rasa lega atas isu ini dengan komentar singkat, “Alhamdulillah.”
  • Tuntutan Tegas: Tuntutan pergantian pelatih ditegaskan dengan tagar, “#eduout.”
  • Kritik Manajemen: Kritik tajam juga diarahkan pada manajemen yang dinilai salah memilih pelatih: “Iki kesalahan rill dari management, ga bisa belajar dari sebelumnya… Haduhh ruwetttt.”
  • Sikap Hati-Hati: Ada pula yang memilih bersikap dewasa dengan menunggu klarifikasi resmi: “Karek ngenteni informasi resmi soko official.”

⏳ Menanti Keputusan Resmi Manajemen Persebaya

Rumor pemecatan ini muncul di tengah perjuangan tim keluar dari inkonsistensi. Bagi suporter, hasil imbang melawan Arema FC di kandang sendiri adalah pencapaian yang tidak cukup, terlepas dari dominasi yang ditunjukkan tim di babak kedua.

Jika kabar pemecatan Eduardo Perez ini terbukti benar, manajemen Persebaya Surabaya harus segera bergerak cepat. Perubahan pelatih di tengah ketatnya persaingan Super League membawa risiko besar. Suporter berharap manajemen tidak mengulang kesalahan masa lalu, dan memilih sosok pelatih yang benar-benar mampu memaksimalkan potensi skuad yang ada.

Saat ini, sorotan dan perbincangan utama Bonek telah beralih dari hasil pertandingan ke nasib sang pelatih. Semua pihak, mulai dari suporter hingga pengamat sepak bola, kini menunggu pernyataan resmi dari manajemen Persebaya Surabaya. Klarifikasi cepat diperlukan agar rumor ini tidak terus mengganggu konsentrasi tim jelang laga berikutnya.

Bonek berharap apapun keputusan yang diambil, perubahan tersebut dapat membawa Bajul Ijo kembali ke jalur kemenangan dan bangkit di sisa musim. (*/tur)

Related Articles

Back to top button