ALL SPORTBeritaSport

Skandal Pemalsuan Dokumen, FIFA Denda FAM Rp 7,3 Miliar dan Skors 7 Pemain Malaysia

KALTENG.CO-Kontroversi yang selama ini menjadi “bom waktu” dalam sepak bola Malaysia kini benar-benar meledak. FIFA menjatuhkan sanksi keras kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi mereka terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen.

Keputusan tegas dari Komite Disiplin FIFA ini mencoreng citra Harimau Malaya di kancah internasional.


Skandal Pemalsuan Dokumen Melanggar Kode Disiplin FIFA

Dilansir dari laman Instagram resmi @famalaysia pada Sabtu (27/9/2025), skandal ini berakar dari permohonan klarifikasi kelayakan pemain yang diajukan FAM kepada FIFA.

Dalam proses penyelidikan, terbukti bahwa FAM terjerat pelanggaran serius Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait penggunaan dokumen palsu untuk menurunkan para pemain yang bersangkutan.

Tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dalam kasus ini adalah:

  1. Gabriel Felipe
  2. Facundo Thomas Garces
  3. Rodrigo Julian Holgado
  4. Imannol Javier Makuka
  5. Joe Vittor Brandau
  6. John Ira
  7. Hector Alejandro Hevel Serrano

Para pemain ini sempat membela Timnas Malaysia, termasuk saat menghadapi Vietnam pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia AFC, sebelum FIFA menerima aduan mengenai kelayakan status mereka.

Presiden FAM, Datuk Wira Mohd Yusoff Haji Mahadi, menyampaikan pembelaan meskipun sanksi telah dijatuhkan. “Para pemain dan FAM telah bertindak dengan niat baik serta penuh ketulusan sepanjang proses ini,” ungkapnya, mencoba meredam gelombang kritik publik.


Denda Miliaran dan Skorsing Setahun untuk Pemain

Hukuman yang dijatuhkan FIFA sangat tegas, menunjukkan keseriusan badan tertinggi sepak bola dunia tersebut dalam menjaga integritas kompetisi dan aturan naturalisasi.

Sanksi untuk FAM

FAM diwajibkan membayar denda finansial yang sangat besar, mencapai 350.000 Franc Swiss, yang setara dengan sekitar Rp 7,3 miliar. Denda ini menjadi pukulan telak bagi keuangan dan reputasi federasi.

Sanksi untuk Pemain

Ketujuh pemain naturalisasi tersebut tidak hanya didenda sebesar 2.000 Franc Malaysia (sekitar Rp 42 juta) per orang, tetapi juga dijatuhi hukuman skorsing selama satu tahun penuh. Skorsing ini berlaku untuk seluruh kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola, terhitung sejak tanggal keputusan.

Sanksi setahun ini secara efektif menghentikan karir internasional ketujuh pemain dan menghambat karir klub mereka, menunjukkan implikasi serius terhadap masa depan mereka di dunia sepak bola. Selain denda dan skorsing, masalah kelayakan para pemain untuk membela Timnas Malaysia juga akan diteruskan ke FIFA untuk peninjauan lebih lanjut, yang mengindikasikan masalah ini belum sepenuhnya selesai.

Keputusan FIFA ini menjadi peringatan keras bagi semua federasi sepak bola di dunia mengenai pentingnya validitas dokumen dan kepatuhan terhadap regulasi kelayakan pemain.

Bagi Malaysia, sanksi ini adalah tantangan besar untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan integritas proses naturalisasi pemain di masa depan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button